oleh

Buruh Semakin Membludak di Depan Kantor Gubernur Sumut

Medan, BatakToday-

Belum usai aksi unjukrasa yang dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, sekitar pukul 13.59 WIB, ratusan massa buruh dari Dewan Pengurus Daerah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (DPD SBSI 1992) memasuki kawasan Jl Diponegoro Medan, Kamis (5/11/2015). Ketika pemerintahh tidak juga mencabut PP 78 tentang Pengupahan, pihaknya akan terus melakukan aksi unjukrasa bahkan akan ada gerakan secara nasional.

02Bakarban_edit“Harus ada perjuangan jika kita ingin kesejahteraan, harus ada pergerakan,” kata Bambang Hermanto, Ketua DPD SBSI 1992 dalam orasinya.

Sementara Adijon JB Sitanggang selaku pimpinan aksi mengatakan, kedatangan massa yang diusungnya adalah untuk mendesak Pemerintah Provinsi Sumut merespon aspirasi kaum buruh. “Kami minta Plt Gubernur juga ikut menolak PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan dalam bentuk surat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Sitanggang juga menyerukan, agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengabaikan PP 78 tahun 2015 dalam menetapkan Upah Minimum Provinsi tahun 2016, dan menetapkan kenaikan UMP sebesar 35 persen, bukan 11,5 persen.

Juga disampaikannya, sesuai dengan permintaan Staf Ahli Gubernur Ferlin Nainggolan pada unjuk rasa sebelumnya, bukti penganiayaan dan penindasan yang dialami kaum buruh telah disediakan. “Sekarang kami akan menyampaikan alat bukti yang kami miliki,” ujar Adijon.

Pihaknya meminta agar kepolisian menjembatani pihaknya dengan Ferlin Nainggolan untuk penyerahan bukti, termasuk permasalahan hak normatif yang telah sampai kepada Dinas Tenaga Kerja, namun sudah dua tahun tidak kunjung ada penindakan.

Orator lainnya, Mince dari Serikat Pekerja Nasional mengatakan, aksi tersebut adalah perjuangan bersama. “PP yang dibuat bapak Presiden sangat menyengsarakan buruh. Jika PP tersebut tidak dicabut, maka kita akan turunkan massa lebih besar lagi,” ujarnya.

Massa mengatakan, akan bertahan hingga malam jika tuntutan mereka tak kunjung dipenuhi. (AFR)

Keterangan Foto:

SBSI 1992 BAKAR BAN DI DEPAN KANTOR GUBERNUR SUMUT

Massa SBSI 1992 melakukan aksi pembakaran ban bekas di badan Jalan Diponegoro Medan depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (5/11). Pembakaran ban sebagai lambang perlawanan kepada pemerintah atas penerbitan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang dinilai tidak berpihak kepada kaum buruh, untuk itu massa meminta agar pemerintah membatalkan peraturan tersebut.

 

News Feed