oleh

Camat Siantar Martoba: Panti Pijat di Tanjung Pinggir Ilegal

Pematangsiantar, BatakToday –

Camat Siantar Martoba, Rapidin Saragih menegaskan, semua panti pijat yang beroperasi di seputaran jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, beroperasi  tanpa izin dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.  Menurutnya, usaha panti pijat tersebut tidak memenuhi syarat (TMS) untuk mengurus izin karena berdiri di lahan negara.

“Berapa banyak jumlah panti pijatnya, saya tidak tau. Tapi pastinya semua letak bangunan usaha panti pijat di Jalan Rondahaim, sama seperti posisi bangunan kafe remang-remang, berada di lahan yang bukan miliknya,” kata Rapidin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/12/2016).

Dijelaskannya, salah satu persyaratan awal panti pijat untuk memperoleh izin usaha adalah rekomendasi dari pihak kelurahan maupun kecamatan. Mengingat lahan lokasi usaha bukan milik pengusaha, Rapidin menegaskan bahwa pihaknya tidak berwenang memberikan rekomendasi kepada pengusaha untuk dteruskan ke instansi terkait.

“Pada prinsipnya semua pengusahan panti pijat di Jalan Rondahaim punya inisiatif mengurus izin, tapi kita tegaskan mereka TMS, karena menggarap lahan negara,” ujar Rapidin.

Disinggung tentang langkah yang dilakukannya terhadap maraknya panti pijat yang beroperasi secara illegal tersebut, Rapidin mengungkapkan bahwa  pihaknya selalu aktif melayangkan surat teguran. Namun, diakuinya pihak pengusaha panti pijat tidak mengindahkan surat teguran tersebut.

“Sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), kami juga sudah berkoodinasi dengan Satpol PP supaya menutup semua usaha panti pijat di kawasan Tanjung Pinggir. Harapan kita, dalam operasi razia penyakit masyarakat (pekat) pada bulan Desember ini, Satpol PP turut serta menutup semua panti pijat di kawasan Tanjung Pinggir ini,” katanya.

Menanggapi Camat Siantar Martoba, Kepala Kantor Satpol PP, Julham Situmorang saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menargetkan lokasi panti pijat di kawasan Tanjung Pinggir sebagai sasaran operasi razia pekat menjelang natal dan tahun baru. Dia menilai keberadaan panti pijat tersebut meresahkan masyarakat.

“Pada operasi razia pekat, kita akan tertibkan semua panti pijat di kawasan Tanjung Pinggir. Kalau penertiban selamanya, sudah kita rencanakan kedepannya. Karena untuk menertibkan panti pijat maupun kafe remang-remang di kawasan Tanjung Pinggir selamanya, SKPD terkait harus bersatu membentuk tim,” ucap Julham. (EM)

News Feed