CPNS Dinkes Simalungun Akhirnya Terima SK, “Pertolongan dari Nagori Atas”

CPNS Dinkes Simalungun Akhirnya Terima SK, “Pertolongan dari Nagori Atas”

215
Tiga orang CPNS Dinas Kesehatan Simalungun, dari kiri ke kanan: Priska Sinaga, Pretty br Malau, Nova Hutahaean; seusai menerima SK CPNS dari Pemkab Simalungun, lapangan parkir Kantor Bupati Simalungun, Selasa 3/10/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Simalungun, BatakToday

Tiga dari lima orang CPNS Dinas Kesehatan Simalungun, yang sebelumnya dikabarkan tidak turut menerima Petikan Surat Keputusan (SK) CPNS pada penyerahan secara ‘kolektif’ dalam acara yang diselenggarakan di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Simalungun pada Senin sore (2/10/2017), akhirnya menerima SK tersebut, di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda), Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Selasa sore (3/10/2017).

Tidak diketahui penyebab CPNS tersebut tidak turut menerima SK CPNS dalam acara itu. Namun kelimanya, diketahui terkait dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Saber Pungli di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun pada Senin (3/7/2017) lalu.ban’

Dari kelimanya, empat diantaranya ada di daftar ‘korban’ dugaan pungutan liar di lingkungan Dimas Kesehatan Simalungun, yaitu Pretty br Malau, Nova Hutahaean, Nora Damanik, dan Maya Sidauruk. Sementara itu, Priska Novelita Sinaga, saat itu berada di lokasi saat OTT itu berlangsung. Kemudian, dua diantaranya menjadi saksi dalam pemeriksaan dan penyidikan kasus OTT ini, yaitu Pretty br Malau dan Priska Novelita Sinaga.

Ketiga CPNS yang akhirnya menerima SK-nya sore tadi, Selasa (3/10/2017), sekitar pukul 16.15 Wib, di ruangan Sekda Kabupaten Simalungun, adalah Nova Hutahaean, Pretty br Malau, dan Priska Novelita Sinaga. Sementara dua orang lainnya, kelihatan tidak turut hadir, sejak dari Kantor BKPPD Simalungun hingga sorenya di Kantor Bupati Simalungun.

Baca berita terkait: CPNS Dinkes ‘Korban’ OTT Saber Pungli Dipanggil Sekda Simalungun

Ketika BatakToday mendekati ketiganya, dan meminta keterangan tentang penyebab SK tidak diterima bersama-sama dengan CPNS Dinas Kesehatan yang lain, dalam acara sebelumnya, Priska Novelita Sinaga, disebutkannya, berdasar penjelasan yang diterima di ruangan Sekda, karena sebelumnya terjadi kesalahan pengetikan.

“Katanya karena salah ketik, makanya kemarin kami tidak terima sama-sama dengan yang lain,” ujarnya.

Ketika coba dikejar, bagaimana mungkin, kelima CPNS yang ‘terkait’ dalam OTT Saber Pungli Dinkes Simalungun, secara bersama-sama, kebetulan mengalami kesalahan pengetikan, Priska tidak memberi jawaban yang cukup beralasan.

“Itulah katanya, makkela (Bahasa Simalungun: paman atau mertua,-red.), masak kami paksa cari alasannya? Yang penting SK ini sudah diberikan kepada kami. Cuma itunya yang kami perjuangkan,” sebut Priska.

Ditanya, sebelumnya siapa saja yang dihubungi saat mereka bertiga terlihat sibuk bertelepon dari Kantor BKPPD Simalungun, dan hubungannya dengan akhirnya SK diserahkan di ruangan Sekda, Priska setelah memandang kedua temannya sesama CPNS ‘senasib’ yang bersama-sama sejak siang harinya, memberi jawaban diplomatis.

“Siapa pun yang bisa menolong kami, kalau di jalannya, pasti kami mintai tolonglah. Pertama, pasti kami sampaikan doa ke Nagori Atas (surga,-red.), dan kami percaya dari sanalah akan mengutus orang-orang yang akan menolong kami. Orang kecil tidak selamanya harus menyerah, pertolongan pasti akan datang, iya kan makkela? Kami tentu bersyukur kepada Tuhan, dan terimakasih kami untuk semua orang yang kemudian menolong kami,” ujarnya dengan wajah berseri-seri.

Petang tadi, sekitar pukul 16.30 Wib, dalam cuaca mendung setelah hujan sepanjang siang hingga petang, ketiga CPNS ini pulang dari Kantor Bupati Simalungun dengan wajah berseri-seri, dan senyuman tak lepas dari ketiganya beserta keluarga yang turut mendampingi. (ajvg)