oleh

DEMOKRASI – PILKADA JAKARTA – TEROR

Oleh: Sabar Mangadoe Tambunan*)

Sesungguhnya, nilai demokrasi tertinggi adalah dimana dan di saat kita, siapapun kita, mau dan mampu bersepakat untuk tidak sepakat tanpa ada pemaksaan kehendak melalui intimidasi apalagi teror. Dalam Pilkada sudah pasti terjadi ada ketidak-sepakatan, bahkan antara orang-tua dan anak serta suami dan istri dalam memilih Paslon.

Namun bila kita merasa terintimidasi apalagi sampai terteror, padahal kita semua sedang berpesta rakyat di Pilkada Jakarta ini, tak peduli baik kita ini pemilih Paslon A maupun Paslon B, maka kita harus bersatu bergotong-royong untuk melawan teror itu dan melawan tindakan para pelakunya..

Karena selain teror itu adalah perbuatan jahat, juga sekaligus merusak pesta demokrasi kita ini.

Kita ingat betul, Capres Jokowi saat Pilpres lalu pada 24 Juni 2014 sampai berulang kali menyampaikan, bahwa “Demokrasi Haruslah Menggembirakan Rakyat “.

Pernyataan ini seharusnya sungguh cocok sekali dengan kondisi Pilkada Jakarta saat ini. Namun, saat ini kita bisa merasakan bersama, sangat terasa sekali penuh dengan intimidasi dan teror dalam berbagai modus dan taktik, dengan dalih politisasi agama dan SARA serta praktek politik uang. Ini terutama di wilayah daerah pemukiman-pemukiman padat.

Intinya, kita sebagai manusia yang berjiwa merdeka dan bermartabat, manalah mungkin rela diintimidasi dan diteror.

Rasa takut akibat intimidasi dan teror itu pasti bisa kita atasi bersama bila kita sebagai rakyat mau rapatkan barisan. Sederhana saja, kita kembali kepada hakekat kemanusiaan kita, yaitu saling mengasihi, saling peduli dan saling membantu.

Untuk itu, bagi kita-kita yang tinggal di daerah pemukiman padat, dengan karakter warganya yang masih bersifat komunal, dengan komunikasi dan tali-silaturahmi antar-tetangga yang masih tinggi, mari mendirikan posko-posko sebagai tempat ngumpul, sebagai solusi yang sederhana namun sangat manjur untuk melawan intimidasi dan teror itu. Kita sendiri yang bisa menolong diri kita…!

Maka dari itu, mari kita dirikan posko sebanyak-banyaknya untuk melawan intimidasi dan teror itu, juga lawan praktek politik uang. 6 tahun penjara ditambah denda Rp. 1 miliar adalah sanksi pidana yang bisa bikin takut pemberi maupun penerima politik uang.

“Rakyat Bersatu Rakyat Menang, Paslon manapun nanti yang akan terpilih..!!”

*) Gerakan Relawan Mandiri PEMBURU POLITIK UANG

News Feed