oleh

Dewan Pengawas Akui Jumlah Pegawai PDAM Tirtauli Melebihi Kebutuhan

Pematangsiantar, BatakToday –

Sekretaris Dewan Pengawas Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Pematangsiantar, Jhonny Manurung, mengakui bahwa jumlah pegawai di  perusahaan tersebut sudah jauh melebihi kebutuhan rasional. Menurutnya, hal ini disebabkan kesalahan pengambilan kebijakan pihak manajemen bersama Dewan Pengawas sebelumnya, dalam melakukan perekrutan calon pegawai PDAM Tirtauli.

“Memang benar, PDAM Tirtauli saat ini tidak layak memiliki pegawai sampai berjumlah sekitar 400 lebih,” kata Jhony saat dihubungi BatakToday via seluler, Kamis (1/12/2016) sekitar pukul 10.00 Wib.

Menurutnya, pihak manajemen seharusnya menyesuaikan jumlah pegawai dengan kebutuhan perusahaan. Sebab dengan jumlah pelanggan berkisar 60.000, dia berpendapat PDAM Tirtauli selayaknya memiliki maksimal 300 pegawai.

“Kalau jumlah pegawai tidak sebanding pelanggan, pasti perlahan-lahan PDAM Tirtauli akan rugi,” ungkapnya.

Selain itu, Jhony menilai pelaksanaan rekrutmen pegawai yang dilakukan pihak manajemen sangat tidak efektif bagi perusahaan. Dimana pada saat perekrutan, posisi yang akan ditempati calon pegawai tidak disesuaikan dengan pendidikannya.

“Akhirnya ketika menjadi pegawai, manajemen PDAM Tirtauli terpaksa melatih kembali keterampilan kerja, menurut  tugas, pokok dan fungsinya,” pungkas Jhony dengan nada tinggi.

Mengatasi persoalan ini, Jhony menegaskan bahwa kedepannya Dewan Pengawas telah mewacanakan kebijakan untuk merasionalisasi jumlah pegawai PDAM Tirtauli. Ditambahkannya, kebijakan merasionalisasi jumlah pegawai, bakal dilakukan secara bertahap.

“Rasionalisasinya disesuaikan  jumlah pegawai PDAM Tirtalui  yang pensiun. Contohnya, ada 3 pegawai yang pensiun dalam satu bidang, penggantinya nanti hanya kita rekrut 1 orang, dan harus sesuai kriteria pendidikannya. Artinya, target kita pada tahun pertama merasionalisasi, jumlah pegawai PDAM Tirtauli 350 orang,” tegasnya.

Sementara sumber BatakToday di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar mengungkapkan, pasca kenaikan tarif air pada pertengahan 2013 lalu, manajemen PDAM Tirtauli dengan persetujuan Badan Pengawas mengangkat 169 orang pegawai baru pada tahun 2014. Menurut pejabat yang meminta identitasnya tidak diungkap ini, tujuan awal kenaikan tarif untuk peningkatan kualitas pelayanan dan penggantian jaringan perpipaan yang sudah tua justru tidak dilakukan manajemen PDAM Tirtauli.

“Meningkatnya laba pasca kenaikan tarif justru digunakan untuk menggaji pegawai baru, bukan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan,” katanya. (EM/ajvg)

News Feed