oleh

Dibangun di Lokasi Fasilitas Umum, Warga Bongkar Kandang Ternak

Tobasa, Batak Today.

Warga desa Situa-tua Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Samosir rame-rame membongkar kandang ternak babi milik Dinar Simangunsong, Kamis (17/9/2015). Pembongkaran kandang tersebut dilakukan warga dibangun di atas lokasi fasilitas umum dan lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman warga.

Pembongkaran kandang babi yang sudah mendapat persetujuan dari kepala desa, dan camat setempat  tersebut justru mendapat perlawanan dari pemilik ternak babi, dan nyaris terjadi adu jotos. Seketika itu, pemilik ternak Dinar Simangunsong warga desa Marsangap Kecamatan Sigumpar justru melaporkan warga yang melakukan pembongkaran ke Polres Tobasa.

Warga tidak terima dilaporkan ke Polres Tobasa, sehingga puluhan warga desa Situa-tua rame-rame menuju Polres Tobasa dengan tujuan untuk melaporkan balik Dinar Simangunsong dan Manarsar Simangunsong (adik Dinar Simangunsong).

Jauh hari sebelumnya, salah seorang utusan warga desa Situatua, Patar Simangunsong (60) telah menjumpai Dinar Simangunsong untuk melakukan pendekatan agar kandang babi yang berada di lokasi pemukiman warga dan di bangun di atas lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) itu supaya dibongkar pemiliknya. “Sebelumnya saya sudah menjumpai Dinar Simangunsong supaya kandang babinya itu dibongkar sendiri,” kata Patar Simangunsong kepada Batak Today, Kamis (17/9/2015).

Lanjut Patar Simangunsong, ketika itu Dinar Simangunsong mengatakan, bahwa kandang babi itu bukanlah miliknya, melainkan milik ibotonya (adik laki-laki, red) Manarsar Simangunsong yang berdomisili di Medan. Dinar menjelaskan bahwa dia hanya memakai dan memanfaatkannya saja.

Namun, lanjut Patar Simangunsong, esok harinya, Manarsar Simangunsong yang tinggal di Medan tersebut justru meneror Plt Kepala Desa Situa-tua Binner Panjaitan, melalui telepon selular yang ketika itu langsung didengar sejumlah warga, karena Plt Kepala Desa sengaja membuka loudspeker HP-nya.

“Coba kau bongkar itu, akan kupenjarakan kau (Plt Kepala Desa Binner Panjaitan),” kata Patar Simangunsong menirukan ucapan teror yang disampaikan Manarsar Simangunsong yang disebut-sebut berprofesi sebagi pengacara.

Mendapat tantangan danteror dari Manarsar Simangunsong, warga desa Situa-tua justru mengambil inisiatif untuk melakukan pembongkaran, dengan terlebih dahulu meminta izin dan persetujuan dari Kepala Desa Situa-tua Kecamatan Sigumpar.

Saat pembongkaran berlangsung, pemilik kandang Manarsar Simangunsong justru menantang dan mengancam warga. “Coba saja kalian lanjutkan pembongkaran ini, satu orang pun saya, bisa membunuh kalian semua,” kata Patar Simangunsong menirukan ancaman Manarsar Simangunsong.

 Sebagai reaksi atas ancaman Manarsar, warga desa Situa-tua rame-rame menuju Polres Tobasa guna untuk melaporkan Manarsar Simangunsong dan Dinar Simangunsong dengan kasus penghinaan. Warga menjelaskan kepada pihak Polres Tobasa bahwa mereka tidak melakukan pengrusakan karena sebelumnya telah memberitahukan rencana pembongkaran tersebut kepada Kepala Desa. Selanjutnya warga menjelaskan bahwa keberadaan kandang ternak babi yang berkapasitas 130 ekor itu sangat meresahkan dan mengganggu kesehatan warga, akibat kotoran babi yang sangat bau.

Warga juga menjelaskan bahwa peternakan babi itu justru memanfaatkan fasilitas umum, yaitu daerah aliran sungai (DAS) Silimbat.  “Akibat penyerobotan dan beralih fungsi menjadi kandang babi, jalan menuju desa seberang (dusun Narumambing, red) dan menuju Sekolah Inpres tidak ada lagi,” sebut warga yang umumnya dari kaum ibu itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Situa-tua, Binner Panjaitan, ketika ditemui di lokasi mengatakan, pembongkaran kandang babi oleh warga tersebut sebelumnya sudah dilaporkan kepada pihaknya. “Minggu lalu warga sudah melaporkan rencana pembongkaran ini kepada saya, karena pemilik tidak rela kandang babinya di bongkar. sehingga pada hari Rabu (16/9/2015, red) saya menyampaikan surat kepada Camat Sigumpar, Kapolsek, serta Danramil untuk menyaksikan pembongkaran. Dan pembongkaran itu telah disetujui,” kata Binner Panjaitan.

Dia juga mengaku mendapat teror dari pemilik kandang babi, Manarsar Simangunsong yang mengaku sebagai pengacara di kota Medan.

Binner Panjaitan menjelaskan, pembongkaran kandang babi dimaksud cukup beralasan dan tidak menyalahi aturan, apalagi lokasi kandang hanya lima meter dari bibir sungai Silimbat itu adalah daerah aliran sungai. “Sesuai dengan data desa, lokasi ternak ini dulu adalah jalan umum menuju dusun seberang. Namun entah kenapa lama kelamaan pemilik kandang babi ini mencaploknya, sehingga jalan ke ujung kampung sana tidak ada lagi,” ujar Binner Panjaitan.

Untuk menyelesaikan perselisihan akibat peristiwa pembongkaran tersebut, Kamis (17/9) sore Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian langsung turun ke lokasi untuk memberikan pembinaan dan pencerahan kepada kedua pihak yang saling mengadukan.

Siagian menjelaskan, kandang babi yang dibangun di lokasi fasilitas umum itu wajib dibongkar demi kepentingan umum. Dan disarankan agar setiap ternak babi yang berada di lokasi pemukiman supaya dipindahkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman. (AP)

Keterangan Foto :

Plt Kepala Desa Situa-tua, Binner Panjaitan beserta warga saat menujukkan lokasi kandang babi yang dibongkar warga.

News Feed