oleh

Dihalangi Meliput Sidang PK Amran Sinaga, Wartawan Mengadu ke Polres Simalungun

Simalungun, BatakToday –

Kontributor Metro TV, Satria Andika Aritonang, didampingi sejumlah wartawan mendatangi Polres Simalungun di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu (24/2/2016), melaporkan ulah sejumlah oknum yang berupaya menghalangi wartawan meliput sidang permohonan Peninjauan Kembali (PK) calon wakil bupati Simalungun, Amran Sinaga, di PN Simalungun pada Selasa 23 Februari 2016 kemarin.

Andika didampingi saksi-saksi yang juga jurnalis, diantaranya Francius Simanjutak, wartawan Harian Analisa, dan Dharma Setiawan, kontributor MNC TV. Keduanya mengaku berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan ikut merasa dihalanghalangi saat melakukan liputan.

Pengadu, Satria Andika Aritonang, diterima Kaur Ops Satrekrim, AKP Suandi Sinaga, dan diminta keterangan atas upaya penghalangan yang dialaminya.

Andika menjelaskan kepada penyidik, upaya penghalangan mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di halaman Kantor PN Simalungun Jalan Asahan KM 4,5 Kecamatan Siantar. Saat melihat Amran Sinaga muncul, ia menyorotkan handycam untuk merekam gambar Amran yang sedang menuju ruang sidang.  Saat itu Amran dikawal sejumlah petugas Lapas Siantar dan diiringi beberapa orang yang diduga pendukungnya.

Selanjutnya, kata Andika, tiba-tiba ada oknum berpakaian baju biru  menepis tangan Andika. Tujuannya, agar handycam tidak menyorot wajah Amran. Diperlakukan seperti itu Andika terkejut.

“Selanjutnya, orang itu memaksa saya untuk mundur,” katanya.

Selanjutnya, saat sidang PK usai, upaya penghalangan kembali dialami Andika. Kali ini sejumlah wartawan yang lain juga merasakannya. Sempat terjadi adu mulut antara wartawan yang berupaya mewawancarai Amran dengan pendukungnya. Menurut Andika, ia bersama wartawan itu mengajukan protes,  mengapa ada orang yang melarang peliputan. Ternyata, orang-orang yang melarang itu justru marah dan mengeluarkan ancaman.

Kepada penyidik, Andika menyebut beberapa oknum yang dikenalnya, yang  terlibat dalam upaya penghalangan itu, antara lain Suhunan Sirait yang dikenal Ketua IPK Simalungun, Rudi Sinaga (oknum wartawan) dan Dadang Pramono (anggota DPRD Simalungun).

Andika mengaku tidak mengenal orang yang berbaju biru yang menghalangi dirinya saat meliput.

“Tapi ada gambar videonya dan sudah kita serahkan ke Polres Simalungun untuk diselidiki,” katanya.

Dalam laporan singkat pengaduan disebutkan, tindakan oknum yang menghalangi tugas jurnalistik itu diduga melanggar UU No 40 Tahun 1940 Pasal 4 ayat 2 yo Pasal 18, bisa dipidana penjara 2 tahun dan denda Rp 500 juta. (SJ)

Foto: Pengadu, Satria Andika Aritonang, kontributor Metro TV. (bataktoday/sj)

News Feed