oleh

Disperindag: “Jumlah Pasar Modern di Kota Siantar Tidak Rasional Lagi”

Pematangsiantar, BatakToday

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pematangsiantar menegaskan, saat ini pasar modern sangat marak beroperasi di kota Siantar. Hal ini diungkapkan, sekretaris Disperindag, Mardenggan Sihombing kepada BatakToday, Selasa (27/9).

Mardenggan menjelaskan, pasar modern di kota Pematangsiantar memang berdiri sesuai prosedur hukum formal yang mengatur. Tetapi, dia sangat menyesalkan kebijakan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), yang dianggap tidak pernah berkoordinasi dengan Disperindag setiap mengeluarkan izin pasar modern.

“Rekomendasi tidak ada dari Disperindag. Yang memberi izin pasar modern beroperasi, BPPT. Makanya BPPT lebih tahu mekanisme beroperasinya pasar modern,” terangnya.

Akibat tidak adanya koordinasi dari BPPT, Mardenggan mengungkapan Disperindag sangat terkejut saat melakukan survey pasar modern. Dimana sesuai amatan Disperindag, jumlah pasar modern di kota Siantar saat ini tidak rasional lagi.

“Misalnya Indomaret, Alfa Midi, dan Alfa Mart sudah terlalu banyak berdiri di kota Siantar,” ucapnya.

Menurut Mardenggan, dampak tidak rasionalnya jumlah pasar modern yang berdiri di kota Siantar, secara otomatis mengganggu kelangsungan aktivitas para pedagang kecil maupun pasar tradisional. Bahkan, para pedagang kecil kerap datang mengadu ke Disperindag, akibat dagangannya sudah “mati”.

Menyikapi jumlah pasar modern yang tidak rasional, Mardenggan menyebut diperlukan sebuah regulasi mengantisipasi semakin bertambahnya pasar modern. Sebab bila tidak disikapi, Disperindag memprediksi aktivitas para pedagang kecil perlahan-lahan akan mati secara keseluruhan.

“Fakta di lapangan, memang aktivitas pedagang kecil tidak berjalan dengan baik disebabkan banyaknya pasar modern. Jadi, Pj Walikota harus segera menyikap hal ini,” tegasnya mengakhiri. (EM)

News Feed