oleh

Ditunggu! Partisipasi Kelas Menengah untuk Gerakan Rakyat

Jakarta, BatakToday

Sejak putaran pertama Pilkada Jakarta, berbagai kelompok Relawan Mandiri seperti Demi Anak Generasi (DAG), Relawan Merah Putih (RMP), Itebe Movement, Batak Muda Dunia (Badania), Komunitas CHARSIA, BESHOK dan lainnya sudah mendirikan sekitar 500 Posko Pemburu Politik Uang, ‘ukuran’ besar-sedang-kecil di pemukiman-pemukiman padat Jakarta. Sebagian Posko didirikan oleh warga sendiri, yaitu mereka yang sepakat untuk turut memerangi praktik Politik Uang dalam Pilkada Jakarta.

Charles Siahaan SH dari Komunitas CHARSIA kepada BatakToday, Selasa (28/03/2017), menyebut berdirinya Posko Pemburu Politik Uang sebagai partisipasi rakyat. Partisipasi ini menunjukkan sikap nyata Rakyat Jakarta untuk menentang praktek politik uang dalam pelaksanaan demokrasi.

“Ini bentuk konkrit dari “Rakyat Berpartisipasi” dalam politik, khususnya dalam Pilkada Jakarta kali ini. Gerakan ini bukan lagi seperti yang terjadi selama ini, dimobilisasi oleh kontestan dalam berbagai hajatan demokrasi,” terangnya.

Namun disebutkannya, di balik semangat yang bergulir oleh aksi spontan masyarakat, terutama ditemui di pemukiman padat yang dihuni kelompok masyarakat marjinal, tersisip kemasygulan dan keprihatinan atas kurangnya partisipasi kelas menengah perkotaan yang mau melibatkan diri dalam gerakan para Relawan.

“Kita tahu, kelas menengah, mereka kaum terdidik, yang tentu susah untuk menyebut atau menggambarkan mereka sebagai bagian dari kaum marjinal, sangat diharapkan sebagai agen perubahan, layaknya seperti terjadi pada hampir semua bangsa-bangsa di penjuru dunia. Namun dalam Pilkada Jakarta ini, kita tidak menemukan partisipasi kelas menengahnya yang cukup masif dan intens. Masih segelintir dari kelas menengahnya yang mau secara aktif mendukung gerakan melawan dan memerangi praktek politik uang,” ujar Charles menunjukkan keprihatinannya.

Untuk itu dia menyampaikan himbauannya bagi kelas menengah, baik yang berdomisili di Jakarta maupun di luar, yang sepakat untuk memberantas praktek politik uang dalam demokrasi, dengan waktu yang tersisa tak banyak lagi, agar menunjukkan secara nyata sikap menentang praktek politik uang. Himbauan ini sekaligus harapannya untuk partisipasi nyata kelas menengah, untuk ‘mengimbangi’ aksi dan respon positip yang muncul dari kalangan masyarakat marjinal.

“Himbauan kami, atau katakanlah permintaan khusus kami kepada kaum kelas menengah bangsa ini, utamanya warga Jakarta dan sekitarnya, bantulah gerakan rakyat ini secara langsung dan konkrit. Tak cukup lagi kita hanya berlama-lama berdebat dan menjadi agen distribusi berita atau posting yang kita suka lakukan di media sosial. Bergabunglah bersama rakyat kaum kelas bawah, kaum marjinal, berjuang di darat membangun demokrasi yang beradab. Waktu tersisa tinggal sedikit, Jakarta adalah salah satu laboratorium demokrasi di Negeri ini. Ayo.. !!” himbaunya kepada kelas menengah di seluruh negeri, terutama Jakarta dan sekitarnya.

Demokrasi adalah sarana untuk mewujudkan Kedaulatan Rakyat, sarana untuk memilih para pemimpin untuk melayani seluruh kepentingan rakyat. Pemimpin yang melayani rakyat dengan baik dan benar tidak akan didapatkan jika demokrasi masih dikotori dengan praktek Politik Uang.

“Kita ingin rakyat sejahtera dan maju bersama, serta menjadi bangsa yang bermartabat. Kita LAWAN POLITIK UANG dengan masif dan bergotong-royong. Mari kita dirikan posko Pemburu Politik Uang sebanyak-banyaknya di rumah atau lingkungan yang kita ketahui atau yakini rentan jadi objek Politik Uang. Dengan ribuan Posko Pemburu Politik Uang, mari kita bikin takut dan gentar mereka para pelaku dan antek-anteknya, yang sedang berupaya menghempang perubahan di Negeri ini. RAKYAT BERSATU PASTI RAKYAT MENANG..!!” seru Charles.

Akhirnya Charles mengatakan, untuk mendirikan sebanyak-banyaknya, ribuan Posko Pemburu Politik Uang di seluruh pelosok Jakarta, dan dengan tetap mempertahankan indepedensi dari Gerakan Relawan Mandiri Pemburu Politik Uang, bahwa yang paling ditunggu adalah partisipasi kelas menengah Jakarta dan sekitarnya, tanpa menutup kesempatan kelas menengah dari bagian lain Negeri ini. (ajvg)

News Feed