oleh

Divonis 2 Bulan, Sebastian Hutabarat: Ada Apa Dengan Hukum Kita?

Pangururan, BatakToday

Dalam sidang pembacaan putusan dalam perkara dugaan penghinaan, dengan nomor perkara 78/Pid.B/2019/PN Blg, Majelis Hakim PN Balige yang bersidang di Pangururan, Samosir, memutuskan, menjatuhkan hukuman penjara selama 2 bulan atas terdakwa Sebastian Hutabarat, Pangururan, Kamis (9/1/2019).

Perkara dugaan penghinaan ini bergulir setelah sebelumnya, Agustus 2017 lalu, Jautir Simbolon, pengusaha tambang di Silima Lombu, Samosir, mengadukan Sebastian ke Polres Samosir, atas dugaan penghinaan terhadap dirinya.

Sementara dalam perkara lain, Jautir Simbolon yang dalam perkara dugaan penghinaan ini sebagai pihak pengadu, divonis 2 (dua) bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Balige, atas perkara dugaan penganiayaan dengan korban Sebastian Hutabarat dan temannya Jhohanes Marbun, terjadi pada 15 Agustus 2017, dengan nomor perkara 10/Pid B./2019/PN Blg.

Untuk kedua perkara tersebut di atas, Jautir Simbolon dan Sebastian Hutabarat, telah saling bergantian di posisi pengadu maupun terdakwa.

Seusai sidang pembacaan putusan atas perkara dugaan penghinaan ini, pada Kamis petang (9/1/2019), Sebastian dalam pesannya melalui aplikasi Whatsapp kepada redaksi BatakToday, mengekspresikan kekecewaannya atas putusan Majelis Hakim yang mengadili perkaranya.

“Ada apa dengan hukum kita??” demikian Sebastian di awal pesannya.

Sebastian menyebutkan hakim yang sama dengan hakim yang mengadili perkara penganiayaan atas dirinya dan temannya Jhohanes Marbun, yang sebelumnya telah menjatuhkan vonis 2 bulan penjara kepada pelaku penganiayaan, juga menjatuhkan vonis 2 bulan penjara untuknya dalam perkara penghinaan, yang diputuskan hari ini.

“Putusan Hakim atas perkara kami dengan tuduhan fitnah terhadap Sdr Jautir Simbolon, 2 bulan penjara, persis sama seperti tuntutan Jaksa dan putusan Hakim terhadap saudara Jautir Simbolon yang sudah menganiaya saya dan Jhohanes Marbun hingga berdarah berdarah, dan menyandera kami. Ada apa dengan hukum kita?” ulang Sebastian.

Sebastian menyebut bahwa dia akan menempuh langkah hukum selanjutnya dengan mengajukan banding.

“Tentu saja kami minta banding,” tegas Sebastian, serta menyampaikan permohonan dukungan untuk mengawal dan membantu berjuang dalam kasus yang dihadapinya. (ajvg)

News Feed