Djarot Akan Bertarung di Pilgubsu 2018

Djarot Akan Bertarung di Pilgubsu 2018

3945
Djarot Sjaiful Hidayat (kanan), dikabarkan akan maju dalam Pilgubsu 2018 (Foto: fb/Koleksi Djarot Sjaiful Hidayat)

Medan, BatakToday

Djarot Saiful Hidayat, besok Selasa (26/12/2017) akan mendarat di kota Medan untuk persiapan Pilgub Sumut 2018. Djarot yang pernah menjabat Wakil Gubernur DKI dan kemudian menggantikan Ahok menjadi gubernur, disebutkan akan turut maju dalam Pilgub Sumut 2018 dari PDI Perjuangan dan beberapa partai lainnya yang sedang diminta dukungannya.

Meski belum ada pernyataan resmi dari PDI Perjuangan tentang calon gubernur yang akan diusung, namun sumber BatakToday menyebutkan kemungkinan besar Djarot yang akan dimajukan dalam pemilihan ini.

“Pertarungan dalam Pilgubsu 2018 sangat penting secara politik nasional, maupun keberlanjutan program pembangunan Presiden Jokowi di Sumatera Utara. Kita semua bisa melihat bagaimana suhu politik nasional saat ini, dan hubungannya dengan Pemilu maupun Pilpres 2018. Sumatera Utara sangat strategis dalam peta politik nasional, tentu PDI Perjuangan dan partai pendukung pemerintah saat ini tidak akan begitu saja membiarkan Sumut jatuh ke tangan pihak yang tidak mendukung pemerintahan Jokowi. Demi keberlanjutan program Jokowi, tidak bisa tidak, harus dipastikan pemerintah provinsi Sumatera Utara dipimpin oleh pendukung pemerintahan Jokowi,” ujar M Simanjuntak, warga Pematangsiantar yang menyebutkan dirinya akan hadir di Medan, esok Selasa (26/12/2017), untuk menyambut kedatangan Djarot Sjaiful Hidayat.

Simanjuntak menyebutkan lagi, bahwa Sumut saat ini pantas dipimpin oleh seorang yang pernah menjalankan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan transparan.

“Diperlukan orang yang berpengalaman di dalam sebuah organisasi pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan. Pemprov DKI salah satu pemerintahan yang pernah menjalankannya, dan Djarot ada di sana saat itu. Mengapa kita tidak ambil saja yang sudah berpengalaman?” tantangnya.

Hingga saat ini, nama yang sudah beredar dan dibawa oleh beberapa partai politik adalah Tengku Erry Nuradi sebagai petahana, dan Letjend Edy Rahmayadi.

Disebutkan tentang kedua nama di atas, jawaban mengejutkan datang dari Simanjuntak, bahwa gubernur petahana telah diuji namun hasilnya menurutnya tidak memuaskan, dan tentang Edy Rahmayadi dengan latar belakang militer bukan sosok yang tepat memimpin Sumut dengan permasalahannya saat ini.

“Saya melihatnya dari beberapa sisi. Untuk gubernur petahana, sebagai warga Sumut saya pribadi merasakan bagaimana selama ini pemerintahan di provinsi ini dijalankan. Masyarakat Sumut lainnya juga tentu bisa menilai sendiri, pembangunan hanya begitu-begitu saja, tidak ada yang istimewa. Banyak permasalahan yang tidak ditangani dengan benar, diantaranya masalah lingkungan, pertanahan, demikian juga infrastruktur. Kalau untuk calon dengan latar belakang militer, saya pikir bukan masa yang tepat, biarlah profil dengan latar belakang militer konsentrasi di bidang pertahanan, toh dipersiapkan sebagai seorang profesional untuk bidang itu. Kita kok mundur, profesional lah, militer ya dipersiapkan untuk pertahanan. Di Sumut yang banyak itu masalah pertanahan, bukan pertahanan,” sebut Simanjuntak.

Tentang siapa yang akan mendampingi Djarot di Pilgubsu 2018, meski belum ada pernyataan resmi tentang keikutsertaannya, beredar beberapa nama, diantaranya Ngogesa Sitepu, Japorman Saragih, Sihar Sitorus, dan Abdon Nababan yang sebelumnya berupaya untuk maju melalui jalur independen. (ajvg)