oleh

Dosmar: 40 Persen Keluarga di Humbahas Masih BAB Sembarangan

Dolok Sanggul, Bataktoday

Walaupun Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terus digalakkan sejak tahun 2008, tetapi belum berhasil mendorong perubahan perilaku higienis dan meningkatkan akses sanitasi pada masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan.

Secara nasional pada tahun 2019, Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) ditargetkan mencapai 100 %. Sementara menurut data milik Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan, saat ini masih ada 40,20 % kepala keluarga yang masih buang air sembarangan.

Hal ini diungkapkan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE di depan peserta sosialisasi lintas sektor Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bertempat di Aula Hutamas Doloksanggul, Senin (11/4).

Menurut Dosmar, program STBM merupakan pemberdayaan masyarakat secara total, karena prinsip-prinsip STBM tidak mengenal subsidi atau stimulan kepada masyarakat, dan menyebutkan kelima pilar STBM.

“Ada lima pilar STBM, yaitu stop BABS, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengelolaan air minum, makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.  Namun yang paling priotitas utama adalah pilar stop BABS demi mewujudkan peningkatan kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk merealisasikan program tersebut butuh peranan besar dari semua pihak.” terang Dosmar dalam arahannya.

Dilanjutkannya lagi, STBM suatu pendekatan partisipasif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi melalui suatu proses pemicuan.

“Masyarakat harus berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar sembarangan di tempat terbuka atau sembarang tempat. Pendekatan yang dilakukan dalam program ini bagaimana untuk memicu rasa malu, rasa jijik tentang kondisi lingkungannya, serta kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman. Melalui pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi yang buruk adalah masalah bersama karena dapat berimplikasi kepada semua masyarakat, sehingga pemecahan masalahnya juga harus dilakukan secara bersama,” himbau Dosmar.

Dia juga menyebut program STBM disamping aspek kesehatan, juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

“Saya sangat optimis dengan bergeraknya semua elemen masyarakat dan pemerintah mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Kita akan berhasil mencapai desa-desa yang terbebas dari BABS yang disebut dengan desa ODF (open defecation free), kepada semua  peserta agar acara ini diikuti dengan serius sehingga bermakna dan pesertalah nantinya menjadi pelopor kesehatan ini dilingkungan masing-masing,” kata Dosmar.

Sementara Kadis Kesehatan dr Budiman Simanjuntak, M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dukungan dan komitmen dari semua unsur lintas sektor terkait tentang program STBM di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Budiman mengingatkan bahwa target dari pelaksanaan program ini adalah derajat kesehatan masyarakat.

“Target kita adalah mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya,” sebut Budiman.

Peserta sosialisasi ini seluruhnya sebanyak 198 orang, yang terdiri dari 10 camat, 154 kepala desa/lurah, 2 kepala puskesmas, 12 petugas kesling puskesmas dan 10 orang bidan desa/perawat di Poskesdes.  Pemateri utama adalah Linda Kristina Bangun SKM M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

Sosialisasi itu dihadiri Kepala BPMD Ir Jahusor Simamora, Plt. Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Osborn Siahaan BA, Ketua TP PKK Ny Lidia Kristina Dosmar Banjarnahor dan undangan lainnya. (FT)

Foto:

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE di depan peserta sosialisasi lintas sektor Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Aula Hutamas Doloksanggul, Senin 11/4/2016 (ft/bataktoday)

News Feed