Drama Musikal “Sinamot” dan Mural Street Art di Medan dan Samosir

Drama Musikal “Sinamot” dan Mural Street Art di Medan dan Samosir

454

Medan, BatakToday

Hari Wanita Sedunia (International Woman Day) diperingati dan dirayakan tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Pandertuk sebagai sebuah organisasi kolektif kerja seni maupun budaya, kali ini memeriahkannya melalui sebuah event dengan berkolaborasi bersama pelaku-pelaku seni muda yang berasal dari Yogyakarta, mempersembahkan sebuah Pertunjukan Teater Drama Musikal dan Mural Street Art.

Sesuai dengan tema Hari Wanita Sedunia (International Woman Day) di tahun 2018 ini, yaitu “Feminisme”, event ini menyajikan drama musikal yang mengangkat cerita tentang makna mahar seorang perempuan Nusantara dalam sebuah perkawinan yang sekarang ini sangat banyak disalahartikan oleh masyarakat luas. Khususnya dalam masyarakat Batak Toba, istilah mahar tersebut dikenal dengan istilah “Sinamot”, yang juga menjadi judul dari drama musikal ini.

Penyelenggaraan rangkaian acara pertunjukan Drama Musikal dimulai pada tanggal 21 Maret 2018, bertempat di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.

Kemudian akan dilanjutkan dengan Drama Musikal dan Mural Street Art, pada 23-24 Maret 2018, di daerah wisata Pulau Samosir, bertempat di Open Stage Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir.

Pemilihan Tema Feminisme “Sinamot” dalam event ini adalah sebagai salah satu upaya memaparkan makna dari “Sinamot”, yang khusus bagi generasi muda sangat penting untuk diketahui.

Pandertuk sebagai organisasi kolektif seni budaya akan mencoba berkolaborasi dengan pelaku seni yang sudah banyak berproses dalam bidang seni pertunjukan maupun seni rupa di Yogyakarta. Kota Medan dan Samosir menjadi pilihan untuk lokasi diselenggarakannya Pertunjukan Teater Drama Musikal dan Mural Street Art  tersebut. (rel/ajvg)