oleh

Dua Kurir Sabu Jaringan Internasional Terancam Hukuman Mati

Tanjungbalai, BatakToday

Sidang dua terdakwa kurir sabu jaringan internasional digelar Pengadilan Negeri Tanjungbalai dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Selasa (17/11). Hasil persidangan kedua terdakwa yakni, Azhari bin Fauji Ismail alias Yusuf (34) dan Samsul Bahri Gurning alias Pak Jul (46) terancam hukuman mati.

Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Dahlan selaku ketua majelis hakim dengan dua hakim anggota, yakni Wahyudinsyah dan Forci Nilva Darma, dalam persidangan itu semula menyarankan agar kedua terdakwa menggunakan jasa penasehat hukum untuk melakukan pembelaan .

“Berkaitan dengan hukuman mati dan tidak adanya penasehat hukum dari kedua terdakwa, maka Pengadilan Negeri Tanjungbalai menghadirkan penasehat hukum untuk melakukan pembelaan, ” katanya.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, R Damanik menyebutkan bahwa kedua terdakwa membawa sabu seberat 6,5 kilogram dari Malaysia menuju Indonesia dengan menggunakan Kapal Motor (KM).

“Kedua terdakwa ditangkap personil Polres Tanjungbalai tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan. ” katanya .

Pada persidangan, kedua terdakwa mengakui, sabu seberat 6,5 kilogram itu dibawa dari Malaysia menuju Indonesia dengan imbalan sebesar Rp 210 juta.

“Dari Malaysia kami menggunakan sebuah boat (kapal motor). Sabu itu dibawa atas perintah dari Wani seorang warga Malaysia,dia memerintahkan kepada saya agar membawa sabu itu ke Tanjungbalai pada seseorang yang identitas tidak saya ketahui, ” terang terdakwa, Azhari bin Fauji Ismail alias Yusuf.

Warga Desa Kampung Asan, Kecamatan Tembang Tanjung, Kabupaten Pidi, Provinsi Nangroi Aceh Darussalam (NAD) itu lebih lanjut menuturkan, dirinya dengan Wani warga Malaysia itu sudah kenal lama.

Hal senada juga dikatakan Samsul Bahri Gurning alias Pak Jul. Dalam kesaksiannya, warga Desa Bangun Sari Dusun V, Kecamatan Sei Silau laut Air Joman Kabupaten Asahan ini menyebutkan, setelah imbalan sebesar Rp 21O juta dibagi dua, ia menggunakan untuk biaya kuliah anaknya di Universitas Asahan (UNA).

Sementara itu, Brigadir Polisi S Sitanggang, personil Polres Tanjungbalai, dalam kesaksiannya menyebutkan, kedua terdakwa ditangkap setelah adanya informasi dari masyarakat.

“Kedua terdakwa ini kami tangkap secara bersama-sama di atas boat, Rabu 17 Juni 2015. Sewaktu melakukan penggeledahan, kami menemukan satu buah kardus berisikan tas yang didalamnya ada 7 bungkus plastik transparan berisikan sabu seberat 6,5 Kilogram,” pungkasnya.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungbalai R Damanik usai persidangan mengatakan, sidang pembacaan tuntuan terhadap kedua terdakwa digelar minggu depan. “Hari ini sidangnya masih dalam mendengarkan keterangan saksi, bos,” terangnya. (eko)

Foto: Kedua terdakwa saat diperiksa diruangan sidang Pengadilan Negri Tanjungbalai (eko)

News Feed