oleh

Eddy Syofian: Lestarikan Jantung dan Paru-paru Kota Siantar

Pematang Siantar, BatakToday

Dalam upaya mengembalikan fungsi jantung dan paru-paru Kota Pematang Siantar yang bertahun-tahun diabaikan, Pemerintah Kota Penatang Siantar bekerjasama dengan TNI, Polri dan masyarakat menggelar gotong royong terpadu, Jumat (30/10) pagi di Taman Bunga Kota Pematang Siantar. Gerakan bersama ini merupakan langkah awal pembenahan kawasan Balai Kota-Taman Bunga-Lapangan Haji Adam Malik yang menjadi landmark Kota Pematang Siantar.

1.Suasana pelaksanaan gotong royong terpadu di Taman Bunga Pematang Siantar, Jumat (30/10) pagi.
1. Suasana pelaksanaan gotong royong terpadu di Taman Bunga Pematang Siantar, Jumat (30/10) pagi.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pematang Siantar Eddy Syofian memimpin langsung kegiatan gotong royong yang melibatkan ratusan aparat TNI, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Pematang Siantar, serta anggota beberapa organisasi kepemudaan.

Para pelaku gotong royong tampak antusias melaksanakan berbagai aktivitas dalam membenahi lingkungan Taman Bunga, dan suasana akrab terlihat antara aparatur sipil dengan militer maupun anggota ormas kepemudaan. Usai gotong royong, wajah taman berubah menjadi lebih bersih, rapi dan cerah.

Pj Wali Kota Eddy Syofian kepada wartawan menegaskan, tidak akan merubah fungsi Taman Bunga dan Lapangan Haji Adam Malik, tetapi justru akan mengembalikan fungsi dan melestarikannya menjadi jantung dan paru-paru Kota Pematang Siantar, sebagaimana rancangan pendiri kota di masa lalu.

“Pada zaman Belanda seperti apa, seperti itulah hari ini. Kita tidak merubah fungsi, kita lestarikan menjadi jantung dan paru-paru Kota Siantar,” ujar Syofian.

Menurutnya, kawasan Balai Kota, Taman Bunga dan Lapangan Haji Adam Malik adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan menjadi landmark Kota Pematang Siantar.

Mantan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara itu mengatakan, Taman Bunga sebagai hutan kota harus dirawat serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga, rekreasi, dan tempat berekspresi di bidang seni budaya. Untuk dapat dimanfaatkan dengan baik, kesadaran warga kota harus didorong agar berperan aktif menjaga dan memelihara Taman Bunga sebagai tempat warga kota berhimpun dan berinteraksi.

“Jadi berbahagialah sebagai warga Kota Siantar yang punya hutan seperti ini,” ujar Eddy Syofian.

2.Aparat TNI terlihat sedang melakukan aktivitas pembersihan pada kegiatan gotong royong terpadu.
2. Aparat TNI terlihat sedang melakukan aktivitas pembersihan pada kegiatan gotong royong terpadu.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang keberadaan para pedagang yang selama ini berjualan di areal Taman Bunga, Eddy Syofian menjelaskan akan mengupayakan para pedagang tetap dapat melaksanakan aktivitasnya di luar lokasi Taman Bunga. Ia menegaskan, untuk menjaga fungsi Taman Bunga sebagai paru-paru kota serta tempat warga berkumpul dan berekspresi, di lokasi itu tidak diperkenankan untuk berjualan.

Untuk sosialisasi dan pengamanan fungsi Taman Bunga sebagai jantung dan paru-paru kota, Eddy Syofian mengaku telah menjalin kerjasama antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan TNI.

“TNI adalah bagian dari negara. Jadi negara harus hadir. Ini adalah kebutuhan rakyat kota,” tegas Eddy Syofian, seraya meminta dukungan serta kerjasama kalangan wartawan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (EM)

News Feed