oleh

Eddy Syofian: Sebagai Warga Negara yang Baik, Saya akan Jalani Seluruh Proses Hukum

Pematang Siantar, BatakToday

Pasca penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013-2014, Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, Eddy Syofian menegaskan, sebagai warga negara yang baik ia akan menjalani semua proses hukum yang akan diperlukan sehubungan dengan kasus yang menimpa dirinya. Hal itu diungkapkannya pada jumpa pers di pelataran Balai Kota Jalan Merdeka Pematang Siantar, Selasa (3/11) pagi.

1.Penjabat Wali Kota Pematang Siantar Eddy Syofian, menggelar jumpa pers di pelataran Balai Kota Pematang Siantar, Selasa (3/11) pagi.
1. Penjabat Wali Kota Pematang Siantar Eddy Syofian, menggelar jumpa pers di pelataran Balai Kota Pematang Siantar, Selasa (3/11) pagi.

“Bagi saya, sebagai warga negara yg baik, apalagi sebagai aparatur sipil negara, saya akan jalani semua proses itu. Doa saya, tentunya saya berharap semua tahapan itu bisa berjalan dengan baik,” ujarnya dengan nada suara datar.

Ketika ditanya apakah akan mengajukan pra peradilan, Eddy Syofian mengaku belum memikirkannya, apalagi informasi tentang statusnya sebagai tersangka baru didapatkan dari media.

Kepala Badan Kesbang Linmas Provinsi Sumatera Utara itu menjelaskan bahwa sebelum ini dirinya telah dimintai kesaksian atas dugaan korupsi dana bansos Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013-2014. Sebagai pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) yang diberi tugas melakukan verifikasi administratif atas hibah dan bantuan sosial untuk organisasi kemasyarakatan (ormas), ia telah memberikan keterangan tentang proses verifikasi yang bersifat administratif yang dilakukan SKPD-nya kepada pihak kejaksaan.

Lebih lanjut Eddy Syofian menjelaskan, proses pencairan dana bansos sendiri dilaksanakan di Biro Keuangan Provinsi Sumatera Utara, dan dana disalurkan melalui proses transfer dana ke rekening lembaga penerima.

“Jadi kita (Badan Kesbang Linmas Provinsi Sumatera Utara, red) hanya verifikator terhadap lembaga-lembaganya,” ujar Syofian.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang informasi bahwa dirinya telah melakukan verifikasi yang tidak sesuai fakta yang ada, Eddy Syofian menjelaskan bahwa ia sebagai kepala badan tentu tidak melakukan sendiri proses verifikasi.

“Tentunya karena itu adalah atas nama SKPD, tidaklah saya sendiri. Saya mengeluarkan SK lagi kepada aparat saya untuk melakukan verifikasi. Mekanismenya seperti itu,” terang Eddy Syofian.

Ketika dicecar soal detil kasusnya, Eddy Syofian menolak berbicara tentang substansi masalah. “Saya yakin aparat hukum dan kita semua menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” himbaunya.

2.Penjabat Wali Kota Pematang Siantar Eddy Syofian didampingi Staf Ahli Wali Kota Pardamean Silaen keluar dari Balai Kota untuk menggelar jumpa pers.
2. Penjabat Wali Kota Pematang Siantar Eddy Syofian didampingi Staf Ahli Wali Kota Pardamean Silaen keluar dari Balai Kota untuk menggelar jumpa pers.

Eddy Syofian menjelaskan, hari ini ia akan segera menjumpai gubernur untuk meminta pendapat sehubungan dengan kasus yang menimpa dirinya, baik sebagai Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, maupun sebagai Kepala Badan Kesbang Linmas.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan Eddy Syofian sebagai tersangka korupsi dana bantuan sosial di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013-2014.

“Hasil ekspose penyidik disepakati, kami telah menetapkan dua tersangka. Satu yakni Gatot Gubernur nonaktif dan Eddy Sofyan, Kepala Badan Kesbang Linmas,” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah di kantornya, Senin (2/11/2015). (EM/AT/JAS)

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/231353242″][/soundcloud]

News Feed