oleh

Eldin Semprot Sisa Lumpur Pengorekan Parit

Medan, BatakToday

Dinas Bina Marga Kota Medan melakukan pengorekan parit di sepanjang Jl Abdullah Lubis untuk menghindari banjir akibat genangan saat musim penghujan. Sebelumnya, warga mengeluhkan genangan yang terjadi di kawasan ini saat hujan deras melanda kota Medan.

Pengorekan yang dipimpin langsung Wali Kota Medan Dzulmi Eldin didampingi Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan ini menurunkan 2 unit alat berat, 8 unit truk, 1 unit mobil siram serta 1 unit mobil penyedot lumpur untuk memaksimalkan pengorekan parit. Sedangkan parit yang tak dapat dikorek dengan menggunakan alat berat. Dinas Bina Marga mengerahkan puluhan anggotanya untuk melakukan pengorekan secara manual.

Warga sekitar turut menyaksikan pengorekan tersebut, sebab sudah 8 tahun lebih parit di Jalan Abdullah Lubis dan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru tidak dikorek.

Akibatnya parit dipenuhi sampah dan lumpur sehingga tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras turun. Tak pelak air meluap dan menggenangi  Jalan Abdullah Lubis dan DI Panjaitan, terutama seputaran Masjid Al Jihad sehingga mengganggu jemaah untuk melaksanakan shalat berjemaah di Masjid.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar menyebutkan, kondisi ini terjadi akibat ketidakpedulian Camat Medan Baru beserta lurahnya.

“Baik camat dan lurah tak pernah sekalipun menggerakkan warga untuk bergotongroyong. Padahal  warga siap untuk bergotong royong untuk membersihkan parit untuk mengatasi genangan air agar  tidak terjadi lagi,” ungkap salah seorang warga.

Apa yang disampaikan warga itu terbukti, begitu Dinas Bina Marga melakukan pengorekan parit, tidak sedikit warga yang ikut membantu pengorekan. Sedangkan Camat Medan Baru tak kunjung datang sampai pengorekan parit berakhir, begitu juga dengan lurah dan kepala lingkungan. Padahal yang menjadi objek pengorekan merupakan wilayah tugas mereka.

Lurah Merdeka dan Lurah Babura baru datang setelah Wali Kota datang dan selesai mengecek pengorekan parit. Keduanya pun buru-buru merapat untuk menampakkan diri, terutama pada saat Wali Kota hendak meninggalkan lokasi. Meski tanpa dukungan jajaran Kecamatan Medan Baru, pengorekan parit yang selama ini menjadi pemicu genangan air berjalan dengan lancar.

Sebelumnya Wali Kota mengecek pelaksanaan pengorekan parit. Hal itu dilakukan agar pengorekan parit yang dilakukan benar-benar maksimal sehingga memuaskan warga. Itu sebabnya ketika melihat pinggiran jalan masih kotor akibat sisia lumpur masih menutupi, Eldin langsung memerintahkan mobil penyiram untuk membersihkannya.

Meski petugas Dinas Bina Marga sudah melakukan penyiraman, Eldin tidak puas. Dia kemudian mengambil selang dan mencontohkan bagaimana cari menyiram yang baik kepada petugas Dinas Bina Marga tersebut. Malah mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu sampai berjongkok untuk melakukan penyiraman tanpa mempedulikan kemeja putih tangan panjang yang dikenakannya kotor.

“Saya tidak  mau jalan sampai kotor akibat pengorekan parit yang dilakukan,” kata Eldin.

Selanjutnya Eldin mengungkapkan, pengorekan parit ini dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan warga, termasuk jemaah Masjid Al Jihad yang merasa terganggu untuk melaksanakan ibadah, terutama  shalat berjamaah apabila jalan digenangi air setiap kali hujan deras turun.

“Apalagi bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Untuk itulah parit tersumbat yang selama ini menjadi pemicu genangan air  kita korek pagi ini,” ungkapnya.

Selain lumpur, Dinas Bina Marga juga mengangkut tanah hasil perataan berem jalan yang dilakukan. Ada sekitar 16 truk  lumpur dan tanah  yang berhasil diangkut dari kawasan Jalan Abdullah Lubis dan Jalan DI Panjaitan. Setelah pengorekan dilakukan, air parit pun perlahan-lahan mengalir kembali. Melihat itu warga sekitar pun optimis pengorekan yang dilakukan  mampu mengatasi genangan air.

Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, pihaknya  berupaya menindaklanjuti semua pengaduan warga untuk meminta dilakukan pengorekan parit guna mengatasi genangan air, terutama kawasan itu berdekatan dengan masjid.  Syahnan ingin warga yang ingin beribadah merasa lebih tenang.

“Dalam hitungan hari bulan Ramadhan tiba, tentunya warga nanti pasti fokus  puasa dan beribadah. Untuk itu kita berupaya mengatasi genangan air ini, sehingga warga bisa merasa lebih tenang lagi, khususnya pada saat melaksanakan shalat berjamaah di masjid meski hujan deras turun sekalipun,” papar Syahnan.

Usai melakukan pengerukan parit di Jalan Abdullah Lubis dan Jalan DI Panjaitan, Dinas Bina Marga juga melakukan pengorekan parit di Jalan Brigjen Katamso, terutama seputaran SPBU Singapore Station. Pengorekan ini dilakukan untuk meminimalisir genangan air yang terjadi akibat parit tersumbat lumpur dan sampah. Sehari sebelumnya, Minggu (29/5), Dinas Bina Marga melakukan pengorekan parit di kawasan seputaran masjid di Taman Setia Budi Indah yang juga untuk mengatasi genangan air pada saat hujan deras turun. (AFR)

Foto:

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin turut bergotongroyong di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin 30/52016 (afr/bataktoday)

News Feed