oleh

Fredrik: “Pemko Jangan Takut Bongkar Studio Hotel”

Pematangsiantar, BatakToday

Aktivis Sahabat Lingkungan (SaLing) Siantar-Simalungun, Fredrik Herlambang Rangkuti, mengaku sangat kecewa melihat kinerja tim penegak Peraturan Daerah (Perda), yang dibentuk oleh Penjabat Walikota Pematangsiantar, Jumsadi Damanik. Menurutnya, tim penegak Perda ini “spesialis” bongkar bangunan melanggar milik rakyat kecil.

“Jelas, Studio Hotel dan Restoran City, yang terletak di jalan Parapat, kelurahan Tong Marimbum, Kecamatan Siantar Marimbum, melanggar PP No. 38/2011, tentang sungai dan UU No. 32/2009, tentang Lingkungan Hidup. Mengapa tim penegak Perda tidak menindaklanjutinya. Padahal Jumsadi pernah mengucapkan akan membongkar setiap bangunan yang melanggar. Ada apa dengan pemerintah kota?,” kata Fredrik Rangkuti,  Jumat (15/7).

Baca: Jumsadi: Setiap Bangunan yang Melanggar Pasti Dibongkar!

Fredrik juga menyesalkan, tidak adanya tindaklanjut  pemerintah kota terkait aksi SaLing yang sudah dua kali melakukan unjuk rasa, mendesak pemerintah kota agar menjadwalkan pembongkaran Studio Hotel dan Resto City.

Karenanya, dia menduga kuat ada konspirasi antara pemerintah kota dengan pengusaha Studio Hotel dan Resto City dalam melindungi bangunan tersebut.

Studio Hotel dan Restaurant City, berada persis di tepi palung sungai Bah Biak, foto diambil dari Jembatan Bah Biak, Jalan Parapat, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar, Minggu 10/7/2016 (bataktoday/doc)
Studio Hotel dan Restaurant City, berada persis di tepi palung sungai Bah Biak, foto diambil dari Jembatan Bah Biak, Jalan Parapat, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar, Minggu 10/7/2016 (bataktoday/doc)

Lanjut Fredrik lagi, pembongkaran diskriminatif yang dilakukan oleh tim penegak Peraturan Daerah Pemko Siantar, telah menyengsarakan rakyatnya sendiri. Sejauh ini tim penegak Perda, yang bekerja menggunakan uang rakyat, justru menyengsarakan rakyatnya.

Pemko akan dinilai bersikap tegas dan adil, jika berani membongkar Studio Hotel dan Resto City.

“Intinya, Pemko Siantar dilindungi Undang-Undang, jangan takut membongkar studio Hotel dan Restoran City,” ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Simalungun ini. (EM)

Foto:

Fredrik Herlambang Rangkuti, aksinya dalam salah satu unjuk rasa di Balai Kota Pematangsiantar (doc.SaLing)

News Feed