Gagal Daftar Calon Independen, Abdon Nababan Cs Tetap Berjuang untuk Sumut

Gagal Daftar Calon Independen, Abdon Nababan Cs Tetap Berjuang untuk Sumut

1833
Relawan pendukung Abdon Nababan untuk Sumut 1, dalam pertemuan setelah konperensi pers pernyataan resmi mundur dari pencalonan dalam Pilgub Sumut 2018 dari jalur Independen, di Posko Utama Relawan Abdon Nababan untuk Sumut 1, Jalan Karya Bakti No. 28, Medan Johor, Sabtu 25/11/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Medan, BatakToday

Gagal mengantarkan Abdon Nababan jadi calon gubernur dalam Pilgub Sumut 2018, tidak lantas membuat para pendukung, terutama relawan penggalang dukungan, untuk kehilangan semangat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memberikan dukungannya.

Hal itu ditunjukkan dalam pertemuan pada sore hari seusai konperensi pers untuk menyatakan Abdon mundur secara resmi dari pencalonan gubernur dalam Pilkada Sumut 2018, yang diselenggarakan di Posko Utama Relawan Abdon Nababan untuk Sumut 1, Jalan Karya Bakti No. 28, Medan Johor, Sabtu (25/11/2017).

Dalam pertemuan yang diwarnai isak tangis, terutama dari relawan perempuan, saat satu persatu diberikan waktu untuk berbicara, dan memberi pandangan. Namun demikian, para relawan mengekspresikan semangat yang tidak surut, untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Sumatera Utara, terutama Hak Masyarakat Adat dan penyelesaian masalah-masalah agraria, pemberantasan KKN dan peredaran narkoba, serta perbaikan infrastruktur, yang merupakan isu utama yang dibawa untuk menghadapi Pilkada Sumut 2018.

Relawan Perempuan pendukung Abdon Nababan tidak dapat menyembunyikan kesedihan dan kekecewaannya atas kegagalan pencalonan Abdon Nababan dalam Pilgub Sumut 2018 (Foto: Arif JV Girsang)
Relawan Perempuan pendukung Abdon Nababan tidak dapat menyembunyikan kesedihan dan kekecewaannya atas kegagalan pencalonan Abdon Nababan dalam Pilgub Sumut 2018 (Foto: Arif JV Girsang)

Di sisi lain, umumnya relawan menginginkan Abdon Nababan untuk mempertimbangkan tawaran sebagai calon wakil gubernur yang sebelumnya diketahui datang dari bakal calon gubernur lainnya yang maju ke Pilkada Sumut 2018 melalui partai politik, dengan catatan harus ada kontrak politik untuk merealisasikan aspirasi para pendukungnya.

“Kami minta bang Abdon untuk mempertimbangkan tawaran calon (bakal calon gubernur,-red.) lainnya, biarpun itu untuk calon wakil. Sayang sekali dukungan yang ada ini, kalau perjuangan kita melalui akhirnya harus berhenti di sini. Jika ada yang mau meneken kontrak politik, untuk menyalurkan aspirasi dan poin-poin perjuangan kita dan para pendukung, tidak ada salahnya itu diterima. Namun keinginan ini kami kembalikan pada bang Abdon untuk mempertimbangkannya,” ujar Noni, salah satu relawan perempuan dalam pertemuan itu. Beberapa relawan lainya, dengan nada yang sama mendukung untuk mempertimbangkan tawaran sebagai calon wakil gubernur dari calon lainnya.

Abdon Nababan (ke-4 dari kanan) saat berbicara dengan para relawan pendukungnya dalam pertemuan pasca konperensi pers di Posko Utama Relawan Abdon Nababan untuk Sumut 1 (Foto: Arif JV Girsang)
Abdon Nababan (ke-4 dari kanan) saat berbicara dengan para relawan pendukungnya dalam pertemuan pasca konperensi pers di Posko Utama Relawan Abdon Nababan untuk Sumut 1 (Foto: Arif JV Girsang)

Abdon sendiri menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para relawan yang telah bekerja keras, serta kepada warga Sumatera Utara yang telah memberi dukungan untuk dirinya.

“Saya sampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh teman-teman relawan, yang dengan sukarela telah bekerja keras hingga saat-saat terakhir dalam perjuangan ini. Demikian juga kepada seluruh anggota masyarakat Sumatera Utara yang telah memberi dukungan nyata untuk saya dalam perjuangan dalam proses Pilkada Sumut ini. Saya sampaikan salut, para relawan tidak dibayar, bahkan meninggalkan keluarga dan pekerjaannya. Demikian juga kepada semua pendukung yang dengan sukarela memberikan KTP-nya tanpa meminta bayaran. Itu yang menurut saya yang sangat luar biasa dari teman-teman semua,” ucap Abdon dengan nada bergetar tak dapat menahan rasa haru.

Foto bersama Abdon Nababan bersama Relawan pendukungnya (Foto: Arif JV Girsang)
Foto bersama Abdon Nababan bersama Relawan pendukungnya (Foto: Arif JV Girsang)

Abdon menambahkan, tentang pandangan para relawan untuk kemungkinan menerima tawaran sebagai calon wakil gubernur, seperti ditawarkan pihak calon yang lain, akan tetap dikembalikan pertimbangan dan keputusannya kepada ‘si pemberi’ amanat yang menugaskannya turut dalam upaya pencalonan dalam Pikada ini.

“Tentang kemungkinan untuk menerima pinangan calon lain, sebagai pasangan calon wakil (wakil gubernur,-red.), akhirnya harus saya kembalikan kepada pemberi amanat, tim dan teman-teman dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, dan seluruh organisasi pendukung. Namun perjuangan kita tidak berakhir sampai di sini. Apa yang menjadi perjuangan kita untuk masyarakat Sumatera Utara, melalui jalur yang selama ini kita lalui, dan dengan semakin luasnya jaringan yang kita miliki bersama teman-teman di seluruh kabupaten kota, akan semakin kuat dari sebelum perjuangan kita dalam proses Pilkada ini,” ujar Abdon meyakinkan.

Abdon Nababan saat berbicara dalam konperensi pers pernyataan resmi mundur dari proses pencalonan untuk Pilgub Sumut 2018 melalui jalur Independen (Foto: Arif JV Girsang)
Abdon Nababan saat berbicara dalam konperensi pers pernyataan resmi mundur dari proses pencalonan untuk Pilgub Sumut 2018 melalui jalur Independen (Foto: Arif JV Girsang)

Dalam konperensi pers pada pagi hingga siang harinya, dengan didampingi Koordinator Relawan Job R Purba, Ketua Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Harun Nuh, perwakilan AMAN Tano Batak Roganda Simanjuntak, dan anggota tim Posko Utama lainnya, serta sejumlah relawan, disampaikan bahwa Abdon Nababan secara resmi mundur dari pencalonan dalam Pilkada Sumut 2018 melalui jalur Independen, berhubung dukungan yang diperoleh tidak mencapai persyaratan yang ditetapkan.

“Dukungan yang dapat kita galang hingga hari ini masih memiliki kekurangan sekitar 200 ribu lebih dukungan dari 764.578 dukungan dari warga Sumut yang ditetapkan KPU. Untuk itu, dengan jiwa besar dan rasa bangga, bahwa kita sebagai tim relawan dan pendukung saudara Abdon Nababan, tidak melakukan langkah-langkah yang bertentangan dengan nafas dari demokrasi itu sendiri, dalam menggalang dukungan untuk Pilgub Sumut 2018 ini,” ujar Job dalam konperensi pers tersebut.

Abdon Nababan, sesaat setelah konperensi pers usai, di depan sejumlah wartawan yang melakukan wawancara di halaman posko, menyebutkan tantangan utama yang dihadapinya dalam penggalangan dukungan adalah ketidakpopulerannya dalam perpolitikan di Sumatera Utara, dan kendala luasnya provinsi ini secara geografis.

Diketahui kemudian, bahwa dari sejumlah bakal calon gubernur yang berencana maju dalam Pilgub Sumut 2018 melalui jalur Independen atau perseorangan, tidak seorangpun yang mendaftarkan diri di KPU Sumut, hingga waktu yang ditetapkan, Minggu malam (26/11//2017) pukul 24.00 Wib. (ajvg)