oleh

Gathering Akbar IMSU: “Pantang Pulang Sebelum Berjaya”

Semarang, BatakToday

Gathering Akbar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (IMSU) Universitas Diponegoro 2017, dengan tema “Pantang Pulang Sebelum Berjaya” terselenggara pagi hingga sore hari, Sabtu (15/4/2017), pukul 10.00-15.00 Wib, di Gedung Kewirus FEB Universitas Diponegoro, Semarang.

Ketua Panitia Raisa Sebayang, menyebutkan acara ini diselenggarakan untuk mempersatukan mahasiswa asal Sumatera Utara, termasuk mahasiswa yang memiliki latar belakang yang berhubungan dengan Sumatera Utara, di dalam satu wadah bersama, baik di lingkungan akademis maupun non-akademis.

“Acara ini mempersatukan kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari berbagai komunitas, baik itu berbasis asal sekolah menengah, komunitas berbasis agama dan latar belakang adat. Sekaligus gathering ini menampilkan kekayaan seni dan budaya Sumatera Utara, melalui pentas tari,” papar Raisa.

Acara ini melibatkan sekitar 100 orang mahasiswa berlatar belakang Sumatera Utara. Raisa juga menyebut, acara ini sekaligus untuk updating data anggota komunitas mahasiswa dengan background Sumatera Utara yang sebenarnya.

“Selama ini kita tidak memiliki data yang real, berapa sebenarnya jumlah mahasiswa yang berlatarbelakang Sumatera Utara. Dengan adanya acara ini, teman-teman semua, yang memiliki hubungan atau background yang terkait dengan ke-sumatera-utara-an, terdata lebih akurat. Dengan memiliki data ini, kita akan lebih mudah untuk membangun hal-hal positip bersama kawan-kawan ‘Sumatera Utara’, untuk berbagai kegiatan, akademis maupun non-akademis,” ujarnya lagi.

Sehubungan dengan acara ini, dan konsolidasi yang masih sedang berlangsung, Naufal Ritonga, salah satu founder IMSU mengakui keberadaan IMSU sebagai komunitas masih sangatlah muda.

“IMSU berdiri atas inisiatif empat orang founder-nya dalam sebuah pertemuan di Kota Semarang , April 2016 lalu. Kita, IMSU, masih sangat muda, wajar jika belum cukup terkonsolidasi. Dengan Gathering Akbar ini, IMSU berupaya untuk menjangkau mahasiswa Sumatera Utara yang belum memiliki ruang komunitas,” sebut Naufal.

Apresiasi atas kegiatan ini datang dari Sekretaris IKA DPD Undip, Dilah. Dia menyebut gathering ini sebagai momentum untuk peran mahasiswa dan alumni, untuk mendukung  dalam mengembangkan Sumatera Utara, dengan berbasis kebudayaan.

Tak jauh berbeda dengan pernyataan Dilah, salah satu dosen Uiversitas Diponegoro yang mencintai ciri khas karakter orang Sumatera Utara, Muhammad Noor, mengapresiasi terselenggaranya Gathering Akbar IMSU sebagai gambaran pentingnya pendidikan bagi masyarakat Sumatera Utara.

“Pentingnya pendidikan menjadi gaya hidup orang Sumatera (Sumatera Utara,-red.) dalam berkompetisi dan berprestasi, sehingga mereka sangat cemerlang di dunia pekerjaan,” demikian dia menyebutkannya.

Acara ini sedemikian rupa menyajikan suasana penuh keakraban, sehingga memuaskan kerinduan yang sangat melekat akan kampung halaman, dari para mahasiswa Sumatera Utara.

Jay yang adalah Humas IMSU, bersama seorang rekannya menjadi MC dalam acara ini. Sepanjang acara juga menjadi kesempatan untuk berkenalan sesama mahasiswa, dan juga dengan para founder IMSU. Menambah kemeriahan acara, selain makan siang bersama, peserta juga berkesempatan mendapat doorprize.

Dengan diselenggarakannya acara ini, IMSU dengan salam khas Sumatera Utara “Horas, Menjuah-juah, Njuah-juah, Ya’ahowu, Ahoy”, turut mempersatukan suku-suku di Sumatera Utara, dengan karakternya masing masing.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang IMSU, follow Instagram, dan LINE, dengan id IMSU. (halo-sir/ajvg)

News Feed