Geliat Olahraga Pelajar di Siantar

Geliat Olahraga Pelajar di Siantar

762

Pematang Siantar, BatakToday –

Sepuluh tahun lebih diabaikan oleh otoritas pendidikan Kota Siantar, perkumpulan guru-guru olahraga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Pematang Siantar akhirnya mengambil inisiatif menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Sebelumnya, utusan Kota Pematang Siantar ke O2SN tingkat provinsi dilakukan dengan penunjukan sekolah tertentu tanpa menggelar kompetisi.

“Dang maila amatta on mambukka naso pinukkana. Dua hali gabe kadis pendidikan, so binoto aha ulaonna. Lam ma olahraga pelajar, dang sahat tusi hali-hali ni amatta on, (Tidak malu bapak ini membuka yang tidak diurusinya. Dua kali menjabat kepala dinas pendidikan, tidak jelas apa yang dikerjakannya. Apalagi tentang olahraga pelajar, tidak paham bapak ini, red),” gumam seorang guru olahraga saat Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar, Resman Panjaitan membuka O2SN secara resmi di lapangan Haji Adam Malik, Senin (25/1/2016). Beberapa guru lain mengamini gumaman itu.

Dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan pada O2SN, cabang olahraga sepak bola menjadi pertandingan pembuka.

Sekian lama tidak merasakan atmosfir kompetisi, tim Kecamatan Siantar Utara A dan Siantar Marimbun A yang tampil pada pertandingan pembuka langsung menghentak publik yang hadir di lapangan Haji Adam Malik.  Sepertinya bocah-bocah lincah itu sedang berjuang meyakinkan masyarakat Siantar, bahwa lapangan itu lebih pantas digunakan untuk main bola ketimbang menjadi lokasi bazaar dengan tameng acara sosial dan  keagamaan.

Pertandingan berlangsung seru. Didampingi masing-masing guru olahraga merangkap pelatih, serta sorak-sorai penonton,  kedua tim tampil percaya diri dan bermain lepas.

Layaknya pesepakbola profesional, siswa-siswa SD  ini mengeluarkan segala kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar, baik dalam melakukan passing,  kontrol bola dan shooting ke gawang lawan.

Ketika terjadi pelanggaran, mereka juga dengan sportif meminta maaf terhadap lawan. Bahkan setelah mencetak gol, mereka juga melakukan selebrasi kegembiraan seperti yang dilakukan pesepak bola profesional di televisi.

SD Siantar Marimbun A yang sempat unggul 2-1 akhirnya harus puas dengan hasil seri, ketika di babak kedua SD Siantar Utara A berhasil menyamai kedudukan menjadi 2-2.

Usai pertandingan, kedua tim saling bersalaman dengan wajah sumringah. Sore itu, di episentrum kota mereka membuktikan, denyut olahraga masih ada di Siantar

Hasibuan, koordinator pertandingan cabang sepak bola mengatakan, kompetisi diikuti 16 tim yang terbagi dalam 4 grup. Setiap kecamatan mengirim dua wakilnya untuk cabang sepakbola.

“Pertandingan cabang sepakbola ini akan digelar mulai hari Senin, dan partai final akan digelar pada hari Kamis,” terang Hasibuan.

Terik matahari berubah temaram senja. Sekelompok penonton usia setengah baya masih enggan meninggalkan lapangan Haji Adam Malik.

Seperti anak-anak belia, mereka berebut bercerita tentang kisah lama, bermain atau menonton bola di lapangan ini puluhan tahun yang lalu.

Nama-nama pesepakbola legendaris Siantar tempo dulu berulangkali terdengar dari celotehan mereka. Bang Buyung, Bang Bogor, Bang Mambol, Bang Luhut, Bang Ponot, dan seterusnya. Demikian juga nama-nama klub jadul, PSKS, Peslab, Portis, Indo Jaya, dan seterusnya.

Mereka tenggelam dalam kenangan masa lalu, karena hari ini yang ada hanya cerita narkoba, begal motor, lapak di tengah Jalan Vihara, parit mendaki, hotmix di atas lumpur, jalanan kota yang gelap gulita, dan seterusnya. (EM/ajvg)

Foto: Pertandingan perdana Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pematang Siantar cabang sepakbola, Siantar Utara A melawan Siantar Marimbun A. (bataktoday/em)