oleh

Geobike Kaldera Toba #3: Implementasi Pariwisata Berbasis Geopark

Medan, BatakToday

Gunung api super bernama Gunung Toba itu pernah menjadi ‘bencana’ yang meledak sekitar 73.000-75.000 tahun lalu, namun menjadi ‘anugerah’ saat lahir sebuah kawah indah bernama Danau Toba.

Danau Toba adalah danau berkawah yang sangat besar yang memiliki luas 1.145 kilometer persegi. Danau yang bentuknye menyerupai lautan ini menjadi danau terluas di Asia Tenggara dan terdalam di dunia yaitu dengan kedalamannya yang berkisar 450 meter.

Baca juga: Komik Supervolcano Toba

Sebagai ikon wisata Sumatera Utara, pemerintah maupun lembaga pelestarian alam dan lingkungan terus menerus melakukan upaya untuk memajukan Danau Toba, baik melalui bakti alam maupun kegiatan promosi wisata. Terlebih, Danau Toba memiliki tiga unsur penting yang harus dikenalkan kepada masyarakat awam yakni : Culturdiversity, Geodiversity dan Biodiversity.

Ketiga unsur ini kian semakin digencarkan oleh pencinta Danau Toba yang terdiri dari anggota Rumah Karya Indonesia bersama Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba dan Komunitas Jendela Toba, dengan mengupayakannya dengan menyelenggarakan kegiatan tahunan berbasis olahraga, yakni Geobike Kaldera Toba.

Kegiatan ini disebutkan oleh Karmel Simatupang, Sekretaris Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BPGKT), adalah wujud implementasi kepariwisataan Danau Toba berbasis Geopark.

Ia menyebutkan empat tujuan kegiatan tersebut, yakni memperkenalkan kembali kawasan inti dan kawasan penyanggah seputaran Danau Toba dalam kaitan mempromosikan Geopark Kaldera Toba (GKT), meningkatkan partisipasi masyarakat/komunitas pencinta Geopark Kaldera Toba dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba berbasis Geopark, mempromosikan Sport Tourism sebagai salah satu bentuk Geowisata di Danau Toba, dan menjadikan kegiatan Geobike Toba menjadi salah satu kegiatan rutin dalam dunia kepariwisataan khususnya di wilayah Danau Toba Sumatera Utara. (rel/ajvg)

News Feed