oleh

Gerakan Relawan Independen, #2000POSKO Pemburu Politik Uang

Jakarta, BatakToday

Aksi simpatik oleh Gerakan Relawan Independen (GRI) Pemburu Politik Uang yang dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia pada hari Minggu (05/03/2017) lalu, akan dilakukan kembali setiap minggunya, bersamaan dengan Car Free Day, hingga hari pemungutan suara Pilkada DKI pada 19 April 2017 nanti.

Gerakan ini adalah bentuk konkrit dan sederhana untuk membangkitkan partisipasi masyarakat dalam politik, bukan mobilisasi. Dan untuk hari Senin hingga Sabtu, GRI Pemburu Politik Uang akan melakukan ‘blusukan’ ke pemukiman-pemukiman padat, dengan kegiatan ‘Nyablon Kaos Gratis’ dan ‘Pelatihan Nyablon’, sembari melakukan perekrutan Relawan Pemburu Politik Uang, serta mendorong warga mendirikan sebanyak-banyaknya Posko, ditargetkan 2000 Posko yang tertebar di masing-masing wilayah.

Sampai saat ini, yang terlibat dalam gerakan ini sudah ada 4 kelompok/komunitas, yaitu Relawan VES, Relawan Merah Putih (RMP), Komunitas CHARSIA, dan Demi Anak Generasi (DAG).

Sabar Mangadu Tambunan, mentor dari Batak Muda Dunia yang menginisiasi Gerakan Relawan Independen Pemburu Politik Uang, kepada BatakToday Senin malam (06/03/2017), menyampaikan harapannya untuk komunitas lain yang telah menyatakan dukungan untuk gerakan ini, agar segera bergabung.

“Harapan kita semua, semakin banyak komunitas yang terlibat, gerakan ini pada saatnya akan bisa bergulir seperti efek bola salju. Semakin lama semakin membesar dan bergulir semakin cepat, menjadi sebuah People Movement (Gerakan Rakyat). Sehingga menjadi bentuk konkrit dari “Demokrasi adalah Kedaulatan Rakyat”. Politik Uang adalah biang kerok dari segala kebobrokan dan kebusukan. Bikin rakyat miskin semakin miskin, yang susah semakin susah di negara yang amat kaya raya ini!” sebut Sabar Mangadu.

Contoh baliho/banner Gerakan Relawan Independen Pemburu Politik Uang (rag)
Contoh baliho/banner Gerakan Relawan Independen Pemburu Politik Uang (rag)

Dengan elan perjuangan untuk memperbesar peluang Paslon manapun yang tidak mengandalkan Politik Uang untuk menang dalam setiap Pilkada di Negeri ini. Juga untuk membangun rasa, sikap dan tindakan masyarakat, untuk mau dan berani meraih kedaulatannya melalui partisipasi konkrit dalam sebuah demokrasi yang bermartabat, dimana rakyat bukan lagi jadi objek mobilisasi dari kaum politisi dan partai politik. Serta untuk mengedukasi masyarakat tentang hak dan kewajiban politiknya sebagai warga negara dalam berbagai bidang dan sektor.

“Tak hanya saat Pemilu atau Pilkada saja masyarakat harus cerdas berpolitik, melainkan di sepanjang perjalanannya sebagai warga di Negeri ini,” tegas Sabar Mangadu tentang eksistensi warga negara sebagai subyek dalam demokrasi.
Ketika menunjukkan contoh-contoh baliho/banner, termasuk mobile banner yang akan disebar di seluruh kawasan pemukiman padat di DKI Jakarta, Sabar Mangadu menyampaikan ajakan untuk bergabung dan aktif untuk mengawal Pilkada DKI yang menurutnya seharusnya sebagai contoh untuk daerah-daerah lain di Indonesia.

“Ayo kawan-kawan, kita ramaikan Gerakan Mengawal Pilkada Bersih dari Praktek Politik Uang. Kita bentuk posko-posko di rumah-rumah penduduk. Jaya Indonesia melalui Pilkada Bersih, demokrasi bermartabat. Pemimpin bersih dan rakyatpun berdaulat…!” pesannya.

Akhirnya, Sabar Mangadu yang juga menjadi salah satu inisiator Gerakan Kebajikan Pancasila bersama-sama dengan Buya Syafii Maarif, Sallahudin Wahid, Saifulah Ma’shum dan Iman Partogi HS menyampaikan salam untuk warga, dimanapun.

“Salam Pancasila 100%, Bhinneka Tunggal Ika 100%, dan menjadi INDONESIA 100%…!”

(rag)

#2000POSKO

News Feed