GO GREEN DANAU TOBA: Adakah yang Bisa Mengalahkan Rasa Cinta?

GO GREEN DANAU TOBA: Adakah yang Bisa Mengalahkan Rasa Cinta?

1073
GO GREEN DANAU TOBA: Yosef Parlindungan Situmorang, menjelajah dengan sepedanya, dan menanam bambu di Pulau Samosir (Foto: Facebook/Yosef Sitor)

Doloksanggul, BatakToday

Kemarin pagi, Jumat (25/8/2017), pria 68 tahun, kakek dari 7 cucu itu berangkat menaiki bus Bintang Utara, dari Doloksanggul, kembali ke Pekanbaru, kota tempatnya menjalani masa pensiunnya.

Yosef Parlindungan Situmorang, ‘manusia langka’ yang pada masa tuanya masih sangat aktif, seolah usia tidak menjadi penghalang baginya untuk mencurahkan kecintaannya untuk berkeliling kemana saja, dengan sepedanya. Demikian juga kecintaannya pada kampung halaman, kepada negeri dan alamnya. Pensiun dari perusahaan perminyakan Caltex pada tahun 2005, namun sejak 2003 Yosef kerap bertualang dengan menaiki sepeda.
Yosef Parlindungan Situmorang, membibitkan bambu di pekarangan rumahnya di Pekanbaru (Foto: Facebook/Yosef Sitor)
Yosef Parlindungan Situmorang, membibitkan bambu di pekarangan rumahnya, di Pekanbaru (Foto: Facebook/Yosef Sitor)

My adventure, my gowes, is my life,” sebut pria Batak ini menggambarkan kecintaannya untuk berpetualang, yang tak padam oleh usia.

Dalam salah satu tournya di tahun 2006, tour ketiganya menjelajahi Pulau Samosir dengan sepedanya, dia menemui pulau ini dilanda kebakaran. Dan jiwanya pun terpanggil untuk turut memulihkan alam Pulau Samosir, terpanggil untuk menghijaukannya.

Penanaman bambu di lokasi BLK Parbaba (Foto: Facebook/Yosef Sitor)
Setelah penanaman bambu di lokasi BLK Parbaba (Foto: Facebook/Yosef Sitor)

“Dalam touring pada tahun 2016, ini yang ketiga kalinya di Samosir. Pada waktu itu pulau Samosir dilanda kebakaran hutan. Saat dalam perjalanan, saat di atas sepeda, jiwa ini terpanggil menjadi relawan tanam bambu untuk gerakan Go Green Danau Toba,” sebutnya kepada BatakToday, mengenang awal keinginannya untuk turut memulihkan alam Kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir.

Yosef Parlindungan Situmorang saat penanaman bambu (Foto: Facebook/Yosef Sitor)
Yosef Parlindungan Situmorang saat penanaman bambu (Foto: Facebook/Yosef Sitor)

Setelah satu tahun melakukan sosialisasi melalui media sosial Facebook, khususnya mengajak para sahabat sesama goweser, akhirnya tanam perdana terealisasi pada HUT RI 72, 17 Agustus 2017 lalu.

“Indonesia Merdeka tanggal 17. Kita sepakati dengan teman-teman, untuk mulai membumikan bambu Go Green Danau dengan 17 pokok bibit bambu, yang ditanam tanggal 17 Agustus 2017, di desa Sihasapi, Lontung, Pulau Samosir,” kenang Yosef.

Bibit-bibit bambu yang akan ditanam, dipersiapkan di pekarangan rumahnya, di Pekanbaru. Yosef juga melibatkan cucu-cucunya saat melakukan pembibitan bambu-bambu itu. Sebagian bibit lainnya diperoleh dari partisipasi teman-temannya, Benny SiagianRanti IrsaYharny YoandaDidid Janu Dwiana, Syaiful “Higlander”, Christian, dan Sebastian Hutabarat.

Kemudian, bersama teman-temannya, Djaroth Jr. dkk yang datang dari Sumatera Barat, Sarwin Win dkk dari Medan, serta beberapa goweser lainnya yang datang dari berbagai daerah, melakukan penanaman bambu untuk gerakan Go Green Danau Toba. Lokasi yang dijadikan sebagai awal gerakan tanam bambu ini diantaranya  Taman Makam Pahlawan Sidamdam Pangururan, Rest Area Pulo Samosir, Simpang 3 Air Terjun Efrata, Lokasi BLK Parbaba, dan Desa Sihasapi-Lontung.

Penanaman bambu GO GREEN DANAU TOBA melibatkan goweser lainnya yang datang dari berbagai tempat (Foto: Facebook/Yosef Sitor)
Penanaman bambu GO GREEN DANAU TOBA melibatkan goweser lainnya yang datang dari berbagai tempat (Foto: Facebook/Yosef Sitor)

“Indonesia Tanah Air beta…! Sihasapi, tanah pusaka, kampung halamanku…! Di tanah pusaka inilah awal pergerakan tanam bambu, membumikan bambu di Pulau samosir. GO GREEN DANAU TOBA – SAVE THE EARTH…!” begitu Yosef menyebutkan niatnya yang dimulai dengan penanaman bambu bersama teman-temannya pada HUT RI 72 lalu.

Yosef Parlindungan Situmorang, saat akan pulang ke Pekanbaru (Foto: Facebook/Yosef Sitor)
Yosef Parlindungan Situmorang, saat akan pulang ke Pekanbaru (Foto: Facebook/Yosef Sitor)

Entah apa yang ada di benak pria lanjut usia ini ketika kemarin pagi ia kembali ke kota masa tuanya, Pekanbaru. Yosef berjanji akan datang lagi bulan Desember tahun ini.

“Membumikan bambu di Pulau samosir akan berlanjut terus selagi kaki ini masih bisa dayung sepeda, aku kan datang lagi…!” ujar Yosef, seolah tak sabar menanti datangnya Desember.

Tiga orang anak menangis haru seperti tak ingin melepas kepergiannya saat akan menaiki bus Bintang Utara yang membawanya pulang ke ‘rantau orang’.

“Aku bangga jadi orang Batak!” pungkas Yosef Parlindungan Situmorang.

Apakah anda bangga jadi orang Batak? (ajvg)