Gong dan Jong Bataks Arts Festival #4

Gong dan Jong Bataks Arts Festival #4

428
De Tradisi, salah satu penampil dalam Jong Bataks Arts Festival #4, yang akan diselenggarakan 25-28 Oktober 2017, di Taman Budaya Medan (ist)

Medan, BatakToday

Gong merupakan alat musik yang sangat terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. Pada hakikatnya gong berfungsi sebagai penjaga untuk mengatur ritme dengan alat musik lainnya. Pada Jong Bataks Arts Festival kali ini, tema yang diusung adalah Gong. Sebagaimana Gong menjadi pengatur irama, begitu juga harapannya dalam konteks berkesenian Sumatera Utara, perlu adanya irama yang dibangun demi keberlangsungannya ke masa depan.

Jong Bataks Arts Festival merupakan agenda tahunan, dan tahun ini merupakan tahun ke empat. Dalam proses penyelenggaraannya, tema tahun lalu menggangkat Topeng sebagai tema utama. Bagi Rumah Karya Indonesia selaku penggagas dan pelaksana, bukanlah hal yang mudah mempertahankan keberlangsungan kegiatan ini.

Jong Bataks Arts Festival bukanlah sebagai festival tontonan semata, yang sifatnya sekedar hiburan. Jong Bataks Arts Festival menjadi sebuah edukasi dan penuntun bagi masyarakat luas terutama untuk kesenian tradisi.

Sumatera Incidental Music, turut tampil dalam JBAF#4 (ist)
Sumatera Incidental Music, turut tampil dalam JBAF#4 (ist)

Untuk kegiatan Jong Bataks Arts Festival tahun ini akan diselenggakan pada tanggal 25- 28 Oktober 2017, bertempat di Taman Budaya Sumatera Utara. Tahun ini melibatkan 36 komunitas yang bukan hanya dari Sumatera Utara saja, namun juga melibatkan perwakilan dari provinsi lain, yakni dari Sumatera Barat dan Riau. Dalam kegiatan ini juga akan diselenggarakan diskusi terkait Gong, yaitu “Gong sebagi Perekat Bangsa”.

Baca berita terkait: Jong Bataks Arts Festival #4: Hadirkan 36 Pekarya Sumut, Plus Riau&Sumbar

Direktur Program Jong Bataks Arts Festival #4 (JBAF#4), Ojax Manalu, mengungkapkan harapan kepada semua pihak, untuk kemajuan kegiatan seni budaya ini.

“Dengan spirit bagaimana membangun identitas dan pemersatu bangsa, untuk mewujudkan semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”, kami berupaya maksimal dalam penyelenggaraan festival ini. Namun kami menyadari,  masih banyak kekurangan. Dan untuk peningkatan ke depannya, kami mengundang seniman, politisi dan masyarakat umum untuk datang mengapresiasi kegiatan ini, serta memberi sumbangsih positif untuk kegiatan ini dan agar dapat lebih berguna, serta menjadi lebih baik ke depan,” ungkap Ojax Manalu. (rel/ajvg)

Jong Batak Arts Festival #4 (JBAF#4), 25-28 Oktober 2017, di Taman Budaya Medan
Jong Batak Arts Festival #4, 25-28 Oktober 2017, di Taman Budaya Medan