oleh

Gubernur Sumut dan Pepohonan, Sama-sama ‘Maniak’

Oleh: Arif JV Girsang*)

Arti kata ‘maniak’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang tergila-gila akan sesuatu atau orang yang sangat menyukai sesuatu.

Arti kata ‘maniak’ dalam bahasa Batak Toba adalah pedas, pedih, atau nyeri.

Apa hubungannya, antara Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, pepohonan, dan kata ‘maniak’?

Lihat saja pepohonan di tepi jalan, di banyak tempat di Sumatera Utara, saat ini. Di sana banyak terpampang poster bergambar Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi, bertuliskan ‘sumut paten’ dengan kata ‘lanjutkan’.

Melalui poster-poster itu, terlihat Gubernur Erry Nuradi sangat menyukai, dan menjadi orang yang tergila-gila memaku pohon. Hal ini menggambarkan Gubernur Erry Nuradi adalah seorang maniak memaku pohon, untuk menancapkan poster-poster bergambar dirinya.

Di sisi lain, memaku pohon adalah tindakan yang menyakiti dan menyiksa bagi pohon yang dipaku. Barangkali saja Gubernur Erry Nuradi tidak tahu tentang itu.

Pepohonan itu cuma tak bisa bahasa Indonesia atau Bahasa Batak Toba. Sesungguhnya, saat ini banyak pohon di Sumatera Utara yang sedang merasakan kepedihan, merasa nyeri, oleh paku yang ditancapkan kepadanya. Oleh paku yang menancap di tubuhnya untuk memampangkan poster-poster Gubernur Erry Nuradi.

Jika sesama makhluk hidup bisa saling menancapkan paku, yang satu ke yang lainnya, barangkali Gubernur Erry Nuradi akan berteriak, “Pedih, nyeri…!!!” yang dalam bahasa Batak Toba “Maniak…!!!”

Semoga Gubernur Erry Nuradi akan mengerti perasaan pohon, yang sedang merasa ‘maniak’ oleh kemaniakan untuk menancapkan paku di pepohonan, untuk memampangkan poster ‘sumut paten’, ‘lanjutkan’, bergambar wajah ‘sang gubernur’.

Bisa dibayangkan, saat pepohonan murka. Pepohonan yang ‘maniak’ bisa saja menimpa mereka yang maniak. Akan menjadi ‘tragedi’ saat mereka sama-sama tumbang, sama-sama ‘maniak’…!!!

*) Penulis adalah redaktur media online BatakToday.com

News Feed