Guyonan Seperti SARA

Guyonan Seperti SARA

275

Tulisan pendek yang dikutip dari group WA Pemburunews, membentuk persepsi menggelitik. Terkesan bersenggolan dengan SARA, padahal hanya guyonan semata.
Sila dibaca:

Di dalam KRL dari Bogor menuju Cikini

Seorang pemuda menepuk pundak bapak yang berdiri di depannya
Pemuda (P) : Bapak Pancasila?
Bapak (B) : Saya Indonesia !
P : Kalo gitu mohon minggir dulu
B : Lho kenapa saya mesti minggir?
P : Karena Pancasila dulu pak, baru Indonesia
B : Salah nak, Indonesia dulu !
P : Bapak gimana? saya bilang Pancasila dulu.
B : Memangnya bapakmu asalnya dari mana?
P : Bapak saya dari Jakarta asli lho pak.
Si bapak tersenyum sambil geleng-geleng kepala
B : Oh pantas… sudahlah nak, minggir dulu, saya Indonesia
P : Saya Pancasila pak! Saya dulu!
B : Indonesia dulu, baru Pancasila!
Kuatir terjadi perselisihan, Seseorang mencoba menengahi
Orang (S) : Sudahlah pak, mas, jangan ribut, jadi bapak ini Indonesia?
B : Ya, saya Indonesia
S : Trus mas ini Pancasila?
P : Ya, saya Pancasila
S : Kalo begitu dua-duanya
minggir dulu!!
B & P : Lho? Kenapa kita mesti minggir???
S : Karena saya Cina !

*Kommuter mania boleh ngakak*

Urutannya :
Stasiun Pondok Cina – Stasiun Univ. Indonesia – Stasiun Univ. Pancasila

***********
Yang terpaku pada alinea awal akan sesali persepsinya karena mungkin keliru, setelah membaca bait terakhir.

Guyonan ini seperti selaras dengan panasnya isi dunia digital Indonesia terkait SARA, akhir-akhir ini.

Sumber: Perkumpulan Opini-Persepsi (POP)

Foto: Stasiun KA Pondok cina depok 1980-an (Diambil dari akun Facebook a.n Kang Elan Butenzorg)

Keterangan:

POP terdaftar pada SK Kemenhumham RI No. AHU-0009683.AH.01.07.TAHUN 2017, menyimpul persepsi dari berbagai informasi/opini digital yang tayang pada group FB, Google+, Instagram, Kakao Talk, Line, Path, Telegram, Twitter, You Tube, WA, We Chat & secara khusus jejaring FB Wartawan Indonesia, link berita Ikatan Wartawan Online (IWO) serta Teknologi Media Hijau.

Ini bentuk kebebasan mengeluarkan pikiran terkait warna-warni persepsi.

@Direktur Eksekutif POP
Teuku Yudhistira
@Pengkaji
Iskandar Sitorus
Moh Gunawan Abdullah
Bivi Edward Panggabean
Dwi Christianto
@pop 081319770808
08126360319