Hakim Bebaskan Sammas Sitorus dari Dakwaan Penganiayaan Karyawan TPL

Hakim Bebaskan Sammas Sitorus dari Dakwaan Penganiayaan Karyawan TPL

1354

Tobasa, BatakToday –

Setelah menjalani proses persidangan yang cukup panjang, terdakwa Sammas Sitorus (32) warga Desa Lumban Sitorus Kecamatan Parmaksian, Toba Samosir, akhirnya dibebaskan dari dakwaan penuntut umum. Sebelumnya Sammas dituntut melakukan tindak penganiayaan kepada salah satu karyawan PT Toba Pulp Lestari (TPL) saat menggelar aksi demo bersama masyarakat setempat yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus (Permades) menuntut pengembalian tanah ulayat adat yang dikuasai PT TPL selama puluhan tahun di Jior Sisada-sada dan Silosung Kecamatan Parmaksiaan.

Pada peristiwa tersebut, Sammas Sitorus dituduh melakukan pemukulan terhadap salah satu karyawan bernama Mangoloi Pardede. Sammas diseret dari sepeda motornya oleh polisi tanpa ada surat penangkapan.

Dalam amar putusan No. 229/Pid.B/2015/PN Blg yang dibacakan majelis hakim secara bergantian, yakni hakim ketua Derman P Nababan, hakim anggota, Azhari Prananda dan Ribka Novita Bontong pada Senin (25/1/2016) di ruang sidang Pengadilan Negeri Balige menyatakan, terdakwa Sammas Sitorus tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan penganiayaan terhadap Mangoloi Pardede, karyawan PT TPL.

“Bahwa setelah membaca dan mempelajari berkas perkara serta mendengar keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa, juga bukti-bukti yang diajukan dalam persidangan, maka terdakwa dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum yaitu KUHP Bab 20 pasal 351 tentang tindak penganiayaan. Untuk itu, terdakwa Sammas Sitorus dibebaskan dari segala tuntutan dan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan serta harkat martabatnya,” ujar hakim ketua, Derman P Nababan.

Kepala Seksi Pidana Umum Aprianto Naibaho selaku Jaksa Penuntut, kepada BatakToday usai sidang pembacaan putusan mengatakan, pihaknya akan melakukan  upaya hukum kasasi.

Situasi sidang pembacaan putusan perkara penganiayaan karyawan PT TPL di Pengadilan Negeri Balige, Senin (25/1/2016). (bataktoday/ft)
Situasi sidang pembacaan putusan perkara penganiayaan karyawan PT TPL di Pengadilan Negeri Balige, Senin (25/1/2016). (bataktoday/ft)

“Kita cukup kecewa dengan keputusan hakim yang kurang mempertimbangkan fakta-fakta hukum di persidangan. Namun kita akan melakukan upaya hukum lanjutan dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI,”katanya.

Terpisah, Humas PT TPL Andrey Hutabarat ketika dikonfirmasi mengatakan,  perkara yang menimpa karyawan PT TPL itu sifatnya personal dan tidak ada kaitannya dengan perusahaan, dan korban (Mangoloi Pardede:red) hingga kini belum ada melakukan koordinasi tentang upaya bantuan hukum terhadap pegawai perusahaan tersebut.

“Persoalan itu murni sifatnya personal dan tidak ada hubungannya dengan PT TPL. Upaya bantuan hukum terhadap yang bersangkutan belum ada didiskusikan hingga saat ini,“ tandasnya.

Pantauan BatakToday, ratusan anggota masyarakat Desa Lumban Sitorus dan personil kepolisian tampak berjaga-jaga mengawal jalannya proses persidangan. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Tobasa Kompol Edi B Sinaga mengaku, pengamanan yang mereka lakukan atas permintaan pihak Kejaksaan Negeri Balige, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Usai sidang, massa pendukung Sammas Sitorus yang dikoordinir Esron Sitorus selaku tokoh masyarakat adat di Desa Lumban Sitorus melakukan doa bersama di pelataran Kantor Pengadilan Negeri Balige, sebagai wujud syukur masyarakat dan Sammas atas putusan hakim yang dinilai memberikan keadilan yang sebenar-benarnya.

Risiko Perjuangan Melawan Raksasa

Selasa, 14 Juli 2015,  menjadi hari yang tidak bisa dilupakan oleh Sammas Sitorus, keluarganya dan juga masyarakat adat Lumban Sitorus, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir. Sekitar pukul 17.30 WIB, Sammas Sitorus ditangkap paksa oleh pihak Polres Toba Samosir.

Sammas Sitorus diseret dari sepeda motornya oleh polisi tanpa ada surat penangkapan. Belakangan diketahui penangkapan tersebut dilakukan atas pengaduan Humas PT Toba Pulp Lestari (TPL). Sammas Sitorus dituduh melakukan penganiayaan terhadap karyawan PT TPL Mangoloi Pardede, ketika Persatuan Masyarakat Adat Lumban Sitorus (Permades) melakukan aksi massa menuntut pengembalian tanah adat mereka dari PT TPL di Jior Sisada-sada dan Silosung.

Massa pendemo yang menyaksikan tidak ada kontak fisik pada aksi unjukrasa, melakukan perjuangan tanpa henti untuk membebaskan aktivis muda ini.

Tidak kurang dari Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Change.Org dan beberapa LSM pejuang hak asasi manusia terlibat secara masif menjadi kelompok penekan untuk pembebasan Sammas.

Dan hari ini, majelis hakim PN Balige akhirnya membebaskan Sammas dari segalah dakwaan penuntut umum. (FT/ajvg)

Foto: Massa pendukung Sammas Sitorus melakukan doa bersama di pelataran Kantor Pengadilan Negeri Balige, sebagai wujud syukur masyarakat atas putusan hakim yang membebaskan Sammas dari dakwaan penuntut umum, Senin (25/1/2016). (bataktoday/ft)