Hari Kopi Sedunia: Keberpihakan pada Petani Lokal

Hari Kopi Sedunia: Keberpihakan pada Petani Lokal

271

Pematangsiantar, BatakToday

Hari Kopi Sedunia yang mulai dirayakan setiap 1 Oktober, juga diselenggarakan anak-anak muda Siantar-Simalungun yang bergabung dalam ‘wadah kopi’  Masyarakat Kopi Siantar Simalungun (MKSS).

Perayaan Hari Kopi ini berlangsung di Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, sejak pukul 15.00 Wib hingga berita ini diterima, Minggu malam (1/10/2017) sekitar pukul 22.15 Wib.

Meski sore hari, satu setengah jam setelah dimulai, hujan lebat turun, bahkan panitia harus memindahkan tenda penyelenggaraan ke tempat yang lebih tinggi di lokasi tersebut. Namun hal ini tidak mengurangi semangat anak-anak muda dari MKSS dan komunitas pendukung lainnya yang datang dari Kota Medan.

Menyajikan kopi untuk pengunjung dalam perayaan Hari Kopi Sedunia yang diselenggarakan Masyarakat Kopi Siantar-Simalungun, di Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Minggu 1/10/2017 (Foto: Arif JV Girsang)
Menyajikan kopi untuk pengunjung dalam perayaan Hari Kopi Sedunia yang diselenggarakan Masyarakat Kopi Siantar-Simalungun, di Lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, Pematangsiantar, Minggu 1/10/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Diiringi alunan musik akustik gaya khas anak muda, Carlos Siboro, salah satu Koordinator MKSS, menyebutkan tak surut oleh cuaca, apalagi event ini dia sebut masih ‘pemanasan’.

“Cuaca memang jadi tantangan, namun kita dan kawan-kawan tetap semangat. Tadi sore, saat acara ini dibuka, setidaknya kita sempat kedatangan pengunjung dalam jumlah lumayan. Ini pertanda masyarakat Siantar dan para pelintas mengapresiasi kopi. Itu yang terpenting, dan event ini memang masih pemanasan bang,” ujar Carlos yang tetap bersemangat, seperti salah satu manfaat kopi yang banyak disebut membuat pecintanya ‘move on’.

Carlos menambahkan, MKSS punya visi dan misi untuk memajukan perkopian di Siantar Simalungun, khususnya memajukan petani kopi daerah Simalungun.

“November (2017) nanti kita akan menyelenggarakan kegiatan, yang tujuan utamanya, menjembatani petani kopi Simalungun dengan pemerintah daerah. Saatnya masyarakat kita mengapresiasi dan mencintai produk kopi petani lokal. Tentu pemerintahnya juga selayaknya terlibat untuk itu. Mari kita, seperti tindak lanjut dari Hari Kopi ini, berpihaklah kepada petani kopi lokal, jangan terpaku pada ‘brand’ internasional. Sebagian kopi mereka juga datangnya dari petani lokal kita,” tutur Carlos.

Di acara ini, pengunjung bebas menikmati berbagai varitas atau produk kopi yang disediakan penyelenggara. Setiap orang menjadi ‘barista’ dan pengunjung membayar ‘suka-suka’. (ajvg)