oleh

Hati-Hati, PU Siantar “Sediakan” Lubang di Tanjung Pinggir

Pematangsiantar, BatakToday

Selama dua bulan terakhir, lubang sepanjang kurang lebih 1,5 meter dengan kedalaman hampir 1 meter, menganga ‘menanti’ korban di jembatan sekitar Terminal Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Keadaan ini sangat membahayakan bagi pengendara.

Jembatan yang baru dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga, Tata Ruang, dan Pengairan pemerintah kota Pematangsiantar, Tahun Anggaran 2016, tidak disempurnakan dengan menyatukan badan jalan dengan jembatan.

Akibat adanya lubang, para pengendara datang dari berlawanan arah tidak bisa melintasi jembatan secara bersamaan. Terlihat para pengendara roda dua maupun roda berhati-hati melintasi jembatan. Sesama pengendara ‘terpaksa’ saling mengingatkan terkait keberadaan lubang. Di tempat ini tidak terdapat satu pun pelangkat yang ditujukan kepada pengendara agar berhati-hati saat akan melintasi jembatan, kecuali sebuah ‘bendera darurat’ persis di ujung jembatan jika datang dari arah Terminal Tanjung Pinggir, Selasa sore (14/2/2017), sekitar pukul 15.00 Wib.

Salah seorang pengendara roda dua, Tiwi (27) mengatakan dia selalu waspada setiap melintasi jembatan, dan itu juga karena dia sudah mengetahui sebelumnya.

“Tiap lewat, 20 meter sebelum jembatan kecepatan wajib ku kurangi. Tapi ini kan karena sudah sehari-hari lewat sini. Kalau pertama lewat, malam pula? Di sini gelap, bisa celaka,” ungkapnya.

Senada, warga sekitar Halomoan (37) menghimbau kepada pengendara supaya berhati-hati saat melintasi jembatan. Terutama pada malam hari, lampu penerangan jalan sangat minim di jalan Tanjung Pinggir. Dia berharap pemerintah kota segera menyelesaikan pekerjaan di jembatan ini.

“Pengendara yang pertama kali melintas, mungkin gak tau ada lubang di sekitar jembatan ini. Kalau kami warga sekitar, dan pengendara yang sering lewat udah pasti tau. Apalagi malam hari,  pelan-pelan dan hati-hati lah lewat jembatan, karena lampu jalan gak ada disini. Pemerintah kota juga secepatnya lah menyelesaikan untuk menutup lubang ini. Aneh kalau ada pekerjaan jembatan yang tidak tuntas sekali bangun, harusnya perencana di Dinas PU sana mengerti hal itu. Kerja koq seponggol-seponggol (tanggung-tanggung,-red.), atau Pemko Siantar mau tunggu ada korban dulu?” ujar Halomoan mengkritisi. (EM)

News Feed