oleh

Himapsi & Saling Desak Kapolres dan Kepala BNN Siantar Mundur dari Jabatan

Pematangsiantar, BatakToday –

Puluhan massa Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) dan  Sahabat Lingkungan (Saling) gelar unjuk rasa di halaman Mapolresta Pematangsiantar Jalan Sudirman, mendesak Kapolresta AKBP Dodi Darjanto dan kepala BNN Siantar Ahmad Yani Damanik segera mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak serius memberantas peredaran narkoba di Kota Pematangsiantar. Aksi demo mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Dalam orasinya, koordinator aksi Toni Damanik mengatakan, Kapolres Pematangsiantar AKBP Dodo Darjanto telah melakukan pembohongan terhadap masyarakat Kota Siantardengan menyatakan status Alvin Lehu (bandar narkoba asal kota Siantar yang kini ditahan di Polresta Tebingtinggi-red) tidak dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Polresta Pematangsiantar. Padahal pada tanggal 28 Mei 2015, Polresta Pematangsiantar telah menerbitkan surat yang menyatakan status Alvin Lehu sebagai DPO, yang ditandatangani langsung oleh Kasat Narkoba AKP Bambang Warsito.

“Kami tidak mau di Kota Siantar yang merupakan  tanah Habonaron do Bona ada pejabat publik yang berbohong. Ini merupakan bentuk ketidakseriusan kapolres dalam memberantas narkoba dan menjalankan amanah undang-undang. Kami minta kepada Kapolres Siantar untuk segera mundur dari jabatannya,” seru Toni disambut sorak-sorai massa pendemo.

Menurut Toni, ketidakseriusan Polresta dan BNN Siantar dalam memberantas peredaran narkoba akan memicu bertambahnya bandar-bandar narkoba baru dan peredaran narkoba semakin marak merusak generasi Bangsa.

Pada pernyataan sikap yang dibacakan coordinator aksi Hadi Aron Garingging, selain menuntut Kapolres mundur, pendemo juga mendesak Kepala BNN Pematangsiantar Ahmad Yani Damanik karena dinilai tidak layak memimpin institusi tersebut.

Unjuk rasa diwarnai aksi teatrikal dan ritual budaya Simalungun yang mengekspresikan kekecewaan terhadap Kapolres dan Kepala BNN Siantar yang tidak serius memberantas narkoba.

Sekitar satu jam melakukan aksi, massa akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan halaman Polresta tanpa ada tanggapan dari kapolresta AKBP Dodi Darjanto.

Koosdinator lapangan Sahabat Lingkungan (Saling) kepada BatakToday mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan mereka terhadap peredaran narkoba di Kota Siantar.

“Aksi ini tidak berhenti disini saja. Kedepan kita akan terus  menunjukkan sikap, agar Kota Siantar ini bersih dari peredaran narkoba,” elakukan katanya. (EM)

Foto: Pendemo melakukan aksi teatrikal dan ritual budaya Simalungun pada unjuk rasa yang digelar di halaman Mapolresta Pematangsiantar Jalan Sudirman, Rabu (4/5/2016). (bataktoday/em)

News Feed