oleh

Humas PT. TPL Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Terancam Hukuman Minimal 5 Tahun Penjara

Jakarta, BatakToday-

Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia, mendesak Kapolres Simalungun menangkap dan menahan Humas PT. Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Aek Nauli yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anak MA (3), dampak dari konflik lahan adat turun menurun antara PT. TPL dengan warga masyarakat Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Arist menilai ” sudah cukup bukti bahwa MA mengalami kekerasan dan penganiayaan”, oleh sebab itu, berdasarkan ketentuan pasal 81 UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 mengenai perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pelaku terancam minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.

Dengan demikian tidak ada alasan bagi Polres Simalungun untuk tidak merespon dan menindaklanjuti laporan orangtua MA atad tindak kekerasan ini.

“Seharusnya pihak TPL berhati-hati dan lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan konflik lahan antara management TPL dan masyarakat. Tidak mengedepankan kekuasaan dan kekerasan,” sebut Arist dalam relisnya.

Baca berita terkait: Usut Tuntas Tindak Kekerasan terhadap Anak dan Warga oleh Pihak TPL di Sihaporas

Lebih jauh Arist berharap, atas tindak kekerasan yang dilakukan TPL terhadap anak MA, Kapolres Simalungun dan jajaran Kasatrekrimum dipastikan segera menindaklanjutinya.

“Saya percaya itu, karena segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak tidak dapat ditoleransi, apapun bentuknya karena itu adalah perintah Undang-undang,” demikian ditambahkan Arist.

Untuk memastikan tindak pidana yang diduga dilakukan managemen TPL terhadap MA, Arist menegaskan, Komnas Perlindungan Anak Indonesia segera menurunkan Tim Investigasi Cepat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Simalungun dan Kota Siantar untuk melakukan investigasi mendalam dan berkoordinasi dengan Polres Simalungun serta memberikan bantuan psikologis bagi korban. (rel/ajvg)

News Feed