HUT Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, “Menebar Virus Gerakan”

HUT Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, “Menebar Virus Gerakan”

748

Sianjur Mula Mula, BatakToday

Pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula  ‘Hutabalian’, Huta Banjar Gunung, Desa Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, yang dilangsungkan 25 Oktober 2017, hadir bersama dalam acara itu, anak-anak dari Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Hutagurgur, Desa Hutagurgur, yang berada di kecamatan yang sama, Kecamatan Sianjur Mula Mula.

Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Hutagurgur, dibuka para relawannya pada 30 Juli 2017 lalu. Nagoes Puratus Sinaga sebagai salah satu pendiri Rumah Belajar Sianjur Mula Mula (Hutabalian), menyebutkan, rumah belajar di Hutagurgur berdiri atas inisiatif para relawan di desa tersebut.

“Sesungguhnya sulit untuk mengatakan Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Hutagurgur sebagai cabang dari yang lebih dulu berdiri di Hutabalian. Rumah belajar itu kemudian berdiri atas inisiatif teman-teman, sesama relawan yang ada di sana. Berawal ketika beberapa bulan lalu mahasiswa dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Hutagurgur. Mahasiswa UGM dan kawan-kawan di sana, memang berdiskusi intensif dengan kita di Hutabalian ini, dan akhirnya mereka yang menyimpulkan untuk mendirikan rumah belajar di sana,” terang Nagoes pada malam setelah perayaan HUT Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, Rabu (25/10/2017).

Anak-anak dari Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Hutagurgur, datang untuk menghadiri HUT Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula yang telah lebih dulu berdiri (Foto: Arif JV Girsang)
Anak-anak dari Rumah Belajar Sianjur Mula Mula Hutagurgur, datang untuk menghadiri HUT Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula yang telah lebih dulu berdiri (Foto: Arif JV Girsang)

Nagoes menambahkan lagi, bahwa inisiatif untuk mendirikan atau melakukan aktivitas sejenis, sebaiknya datang dari warga atau relawan sendiri.

“Yang terbaik sebenarnya, inisiatif harus dari diri sendiri, dari warga dan teman-teman relawan. Adapun kita berkoordinasi, itu adalah sebagai dorongan semangat, dan tukar pikiran. Seperti motto kita, yaitu “Bangkit, Bersatu, Bergerak”, yang terbaik adalah datang dari diri sendiri, sehingga akan lebih berharga, dan akan lebih serius. Kalau lebih besar dorongan dari luar diri kita, atau dari luar kampung kita, sepertinya akan lebih besar tantangan pada langkah berikutnya. Maka, seperti lanjutan dari motto Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, adalah “Lestarikan Budayamu, Pature Hutamu”. Yang artinya lestarikan budaya, bangun kampungmu. Sehingga kita akan lebih mencintai apa yang kita upayakan, yang kita kerjakan. Biasanya begitu, kan? Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan, selebihnya biarlah menyebar sendiri ke dusun dan desa sekitar, seperti virus penyakit,” ujar Nagoes, pemuda yang sebelumnya pernah bekerja sebagai perawat kesehatan di salah satu rumah sakit di kota Medan.

Ompung Sagala, sesepuh Hutabalian, memberikan nasi kuning kepada anak-anak Rumah Belajar Sianjur Mula Mula (Foto: Arif JV Girsang)
Ompung Sagala, sesepuh Hutabalian, memberikan nasi kuning kepada anak-anak Rumah Belajar Sianjur Mula Mula (Foto: Arif JV Girsang)

Perayaan HUT Ke-2 Rumah Belajar Sianjur Mula Mula dihadiri lebih dari 200 orang pengunjung dengan berbagai latar belakang. Meski tidak mengedarkan undangan resmi, hanya pemberitahuan melalui media sosial, terlihat hadir pihak Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Samosir. Perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tano Batak, Bkethnic Cloth, BARA JP Tapanuli Utara, pemerintah setempat, dan simpatisan lainnya yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Berlangsung sederhana, acara diselenggarakan di halaman depan Rumah Belajar Sianjur Mula Mula, di tengah perkampungan adat Hutabalian, Huta Banjar Gunung, Desa Sianjur Mula Mula. Tanpa kue ulang tahun seperti lazimnya perayaan ulang tahun, melainkan dengan ‘pemotongan’ nasi kuning, dan menyediakan berbagai jenis itak (sejenis penganan dalam upacara adat Batak).

Setelah ibadah syukuran dan makan bersama, acara dimeriahkan dengan sejumlah tarian, peragaan busana tradisional oleh anak-anak Rumah Belajar, baik dari Hutabalian maupun Hutagurgur, dan nyanyian oleh anak-anak dan hadirin lainnya. Sejumlah bantuan dalam bentuk buku, juga diserahkan para pengunjung melalui pengurus Rumah Belajar Sianjur Mula Mula. (ajvg)