oleh

Ikuti Tax Amnesty Tahap III atau Hadapi Kerasnya Penegakan Hukum

Jakarta, BatakToday –

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi memberikan pilihan kepada wajib pajak, memanfaatkan amnesti pajak tahap ketiga atau menghadapi penegakan hukum yang tegas pasca program pengampunan berakhir pada 31 Maret 2017 mendatang. Namun Ken menyatakan optimismenya bahwa amnesti pajak tahap ketiga yang dimulai pada 1 Januari 2017 masih menarik bagi wajib pajak meskipun tarifnya lebih tinggi dari tahap kedua yang telah berakhir pada 31 Desember 2016 lalu.

“Tax amnesty tahap 1 atau 3 ini sama-sama menariknya. Tahap pertama tarifnya rendah, tahap terakhir ini karena memang terakhir dan tidak akan muncul kembali,” ujar Ken di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Pada amnesti pajak tahap ketiga, tarif untuk deklarasi dalam negeri dan repatriasi harta dari luar negeri menjadi 5 persen, sedangkan untuk deklarasi luar negeri menjadi 10 persen. Sedangkan tarif untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tarifnya tetap sama yakni 0,5 persen untuk harta di bawah Rp 10 miliar dan 2 persen untuk harta di atas Rp 10 miliar.

Setelah kebijakan amnesti pajak berakhir pada 31 Maret 2017, pemerintah akan menerapkan kebijakan penegakkan hukum pajak yang lebih keras, termasuk sanksi yang besar kepada wajib pajak yang tidak melaporkan semua hartanya kepada negara.

Untuk itu, Ken mengimbau agar masyakarat yang ingin ikut tax amnesty untuk segara ikut pada tahap ketiga.

“Tarifnya masih murah karena abis itu tidak ada lagi, marilah ikut tax amnesty sebelum kita mati,” canda Ken. (marc)

News Feed