Infrastruktur Kota Siantar, “Jalan Baru Tambal Sulam”

Infrastruktur Kota Siantar, “Jalan Baru Tambal Sulam”

403
Jalan yang baru dikerjakan sudah harus ditambal sulam, Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur, Pematangsiantar, Rabu 22/11/207 (Foto: Arif JV Girsang)

Pematangsiantar, BatakToday

Program pembangunan infrastruktur, berupa peningkatan jalan di Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur dan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat, Pematangsiantar, menuai kritik dari warga kota. Jalan yang pengaspalannya dilakukan Selasa 7/11/2017 yang lalu sudah harus diperbaiki, dengan melakukan pengupasan pada lapisan permukaannya.

Simanjuntak, warga Jalan Durian Kelurahan Suka Maju yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar, mengibaratkannya dengan membeli baju baru yang sudah ditambal sulam.

“Betul bahwa pekerjaan jalan ini belum diserahterimakan kepada pemerintah (maksudnya Pemerintah Kota Pematangsiantar,-red.), masih dalam tahap penyelesaian. Tapi kalau melihat kualitas dari pekerjaan ini, kita sebagai warga masyarakat biasa, merasa malu lah. Artinya, uang rakyat digunakan untuk membangun konstruksi jalan yang baru, tapi dalam pengerjaannya sudah tambal sulam. Ibarat beli baju baru, tapi kita membeli baju yang sudah tambal sulam. Malu kita, lae!” ujarnya kepada BatakToday saat berbincang di lokasi jalan baru yang sedang diperbaiki karena mengalami kerusakan di beberapa tempat, Rabu siang (22/11/2017).

Kerusakan jalan di bagian yang lebih 'hulu' dari pipa air minum yang mengalami kebocoran (Foto: Arif JV Girsang)
Kerusakan jalan di bagian yang lebih ‘hulu’ dari pipa air minum yang mengalami kebocoran (Foto: Arif JV Girsang)

Salah seorang pelaksana pekerjaan dari pihak kontraktor yang dijumpai di lokasi, menyebutkan kerusakan itu akibat adanya kebocoran pipa air minum milik PDAM Tirta Uli, dan kekurangan pada perencanaan.

“Kita sudah kerjakan sesuai rencana, tapi ada pipa air minum milik PDAM (Tirta Uli,-red.) yang bocor, terpaksa harus dikupas dan diperbaiki. Sebelumnya kita sudah meminta agar tanah asli dikupas 30 cm, karena tanah aslinya sama saja dengan tanah ladang. Dan kita juga mau kalau lapisan dasarnya dihampar dulu sirtu baru di atasnya masuk base course, tapi gambar rencanya bukan begitu pula. Hasilnya beginilah,” sesal pelaksana lapangan yang tidak menyebutkan namanya.

Namun dari amatan di lokasi, terdapat juga bagian jalan yang rusak dan telah dikupas, yang tidak berdekatan dengan pipa air minum yang disebutkan bocor, bahkan terdapat di sekitar bagian yang lebih ‘hulu’ dari pipa bocor tersebut.

Ketika BatakToday menyebutkan bahwa dalam pengamatan sebelumnya, Selasa malam (7/11/2017), sebagian pekerjaan pengaspalan jalan dilakukan pada saat cuaca hujan (tonton video), pelaksana dari kontraktor ini mengatakan aspal hotmix sudah terlanjur didatangkan.

“Kalau pengaspalan sewaktu hujan, terpaksa kita lakukan, karena aspal hotmix sudah sempat kita order dan terlanjur dikirim ke lapangan. Masak aspal itu kita buang?” ujarnya. (ajvg)