oleh

Untuk Jakarta Bersih, Warga Tolak Politik Uang…!!!

Jakarta, BatakToday

Sosialisasi PEMBURU POLITIK UANG untuk JAKARTA BERSIH oleh Gerakan Relawan Independen yang terdiri dari Komunitas CHARSIA, Demi Anak Generasi (DAG), dan Batak Muda Dunia, dilangsungkan dalam acara Car Free Day di Bundaran HI Jalan Thamrin Jakarta, Minggu pagi (05/03/2017).

Dalam Sosialisasi Pemburu Politik Uang yang berlangsung tertib dan damai, para relawan mengajak warga untuk berani melawan praktik politik uang dalam berdemokrasi, khususnya dalam Pilkada DKI 2017.

Kaos bertuliskan Pemburu Politik Uang yang disablon dalam aksi di Bundaran HI (cs)
Kaos bertuliskan Pemburu Politik Uang yang disablon dalam aksi di Bundaran HI (cs)

“Saatnya warga menunjukkan keberaniannya, bahwa warga Jakarta sama sekali membenci perilaku politik uang!” ajakan sekaligus tantangan ini dibawakan salah satu Relawan dalam orasinya.

Charles Siahaan, sebagai penggerak Komunitas CHARSIA, mengatakan Gerakan Relawan Independen untuk Sosialisasi Pemburu Politik Uang ini adalah cermin dari semangat gotong royong yang selama ini hampir dilupakan masyarakat, untuk kepentingan Bangsa dan Negeri Indonesia.

“Aksi ini terselenggara secara mandiri, dari dana, tenaga, waktu dan pikiran bersama para relawan. Dan, tidak ada satupun warga maupun aparatur negara yang dapat menghalangi kami untuk gerakan ini. Salah satu tujuan gerakan ini adalah membantu Kepolisian untuk menangkap pelaku praktik politik uang dalam Pilkada DKI. Salam Daulat Rakyat!” tutur Charles.

Sementara Nuel Hutapea dari DAG menyebutkan politik harus menyejahterakan orang banyak, sehingga praktik politik uang yang berakibat sebaliknya harus dibasmi.

“Politik harus membawa kesejahteraan terhadap orang banyak. Ketika praktik politik uang yang terjadi, maka politik akan membawa para pelakunya pada kerakusan dan ketamakan, dan mereka yang melakukan ini boleh disebut setan,” tegas Nuel.

Tandatangan dukungan masyarakat untuk Pilkada Jakarta Bersih (cs)
Tandatangan dukungan masyarakat untuk Pilkada Jakarta Bersih (cs)

Di sela-sela kegiatan sosialisasi yang berlangsung pukul 06.00-11.00 Wib, dilakukan penyablonan kaos bertuliskan PEMBURU POLITIK UANG, pengumpulan tandatangan dukungan untuk penolakan praktik politik uang, serta pendaftaran untuk pembukaan POSKO PEMBURU POLITIK UANG di seluruh DKI.

Kegiatan sejenis akan diadakan setiap minggunya, hingga menjelang hari pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI, bersamaan dengan kegiatan Car Free Day di sekitar Bundaran HI Jalan Thamrin, Jakarta.

Sesuai ketentuan dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada, bahwa pemberi dan penerima dalam praktik Politik Uang akan dipidana penjara minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun, serta denda minimal Rp200 juta, dan maksimal Rp 1 miliar. (rag)

News Feed