oleh

Jatuh-Bangun untuk Bisnis Perjalanan Umrah

Mewujudkan impian orang yang dicintai merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Hal itu pun dirasakan oleh Andika Surachman, yang telah mengajak istri dan anak-anaknya mengunjungi hampir separuh dari jumlah negara di dunia.

Pendiri PT First Anugrah Karya Wisata (First Travel) ini bersama sang istri, Anniesa Hasibuan, dan anak-anaknya telah menjelajahi banyak negara, terutama ke Eropa dan Timur Tengah.

“Sejak pacaran, kami berdua hobi traveling dan suatu ketika berharap bisa keliling dunia. Baru setelah 10 tahun menikah, hal tersebut akhirnya terwujud, walau masih setengahnya,” ungkap Andika sembari tersenyum di Jakarta, belum lama ini.

Selain dengan tujuan menjelajah dunia bersama keluarga, hobi traveling-nya juga berperan besar dalam memberikan inspirasi dalam berbisnis. Melalui First Travel, Andika dan istrinya kini menggeluti bisnis biro jasa perjalanan umrah, ibadah mirip haji ke Tanah Suci, Mekah, yang hukumnya sunah.

“Terakhir, kami telah jalan-jalan ke Norwegia untuk menikmati salju di tahun baru,” tambahnya.

Karena telah melanglang buana, beberapa jemaah yang diberangkatkannya juga sering kali meminta tambahan referensi paket untuk berwisata ke beberapa negara, terutama Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Beberapa negara yang paling diminati dalam paket umrah, di antaranya, Turki, Mesir, dan Dubai (Uni Emirat Arab).

Dukungan Istri
Berawal dari keinginan istrinya untuk keliling dunia, pada 1 Juli 2009, pria berusia 29 tahun ini memulai usaha di bidang travel dengan membuka CV First Karya Utama. Walaupun tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman soal bisnis biro perjalanan, hal tersebut tidak menjadi rintangan baginya.

Sebab dia yakin, semua bidang bisa dipelajari, terlebih dengan bantuan internet. Bahkan, mereka sempat menawarkan jasa biro perjalanannya hanya dengan menelepon semua nomor kontak yang ada di buku Yellow Pages.

“Akhirnya, jalanlah bisnis tersebut dengan melayani hal-hal kecil, mulai dari melayani pembelian tiket hingga membawa rombongan wisata domestik. Istri saya bertindak sebagai marketing yang ikut mencari klien. Istri saya adalah penyemangat, sekaligus partner dalam berbagai hal,” ungkap Andika yang mengaku mengenal istrinya sejak duduk di bangku SMP di Jakarta.

Pada 2011, ia pun memberanikan diri untuk mengikuti tender umrah yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) walaupun buta dengan bisnis tersebut. Tapi, perusahaannya berhasil ditunjuk sebagai biro perjalanan umrah para karyawan BI untuk 100-an orang.

“Kami beruntung karena mendapat rekanan di sana yang jujur dan kerjanya bagus, sehingga klien kami puas. Itulah awal kami berdua merasa bahwa umrah menjadi bisnis utama kami,” katanya.

Sukses memberangkatkan karyawan BI, Andika mengaku usahanya terus berkembang seiring dengan bertambahnya klien dalam melayani perjalanan umrah, yaitu Pertamina dan instasi-instasi besar lain. CV First Karya Utama pun akhirnya diubah menjadi PT First Anugerah Karya Wisata.

Tahun 2014, pihaknya berhasil memberangkatkan 15.700 jemaah umrah. Pada 2015, sudah ada 35.000 sampai 38.000 calon jemaah yang akan diberangkatkan umrah. Jika omzet perusahaannya tahun lalu mencapai US$ 30 juta, tahun 2015 diperkirakan tembus US$ 40 juta.

“Padahal, awalnya, bisnis ini hanya kami lakukan berdua. Kini, kami telah memiliki 60 karyawan dan membuka cabang di London, Inggris. Dalam waktu dekat, kami membuka cabang baru di Saudi Arabia,” jelasnya.

Jatuh-Bangun
Andika mengaku sempat jatuh dan bangun dalam membesarkan usahanya tersebut. Bahkan, ia kerap menjadi korban penipuan yang sebagian besar justru dilakukan oleh orang dekatnya. Sampai suatu ketika, dia dan istrinya sempat berputus asa karena rugi ratusan juta rupiah akibat ditipu teman. Ia bersama istri pun sempat berniat bunuh diri.

“Saya dan istri sudah parkir di lantai paling atas di salah satu mal di Jakarta, dan hanya tinggal memajukan mobil sedikit saja agar bisa jatuh ke bawah. Tapi, kami akhirnya sadar, bagaimana dengan nasib anak dan keluarga kami. Kami juga sadar itu dosa. Akhirnya, niat itu kami batalkan,” kata Andika.

Dia mengaku, hingga saat ini, ada saja pihak yang terkadang kurang suka dengan perusahaannya. Namun, semua dibuktikan dengan pelayanan yang memuaskan kepada para jemaah yang dilayani. Alhasil, ia pun tetap mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan untuk perjalanan umrah.

 

Investor Daily

Penulis: Indah Handayani/AB

Sumber:Investor Daily

News Feed