oleh

Jokowi: Bersatu untuk Danau Toba

Parapat, BatakToday –

Rapat tertutup Presiden dengan Gubernur Sumatera Utara dan tujuh bupati kawasan Danau Toba menghasilkan kesepakatan, bahwa gubernur dan tujuh bupati bersatu untuk bersama-sama membangun kawasan pariwisata Danau Toba. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatangan dokumen pernyataan bersama gubernur dengan ketujuh bupati.

Ketujuh bupati kawasan Danau Toba, yakni Bupati Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Simalungun, Karo, dan Dairi.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada konferensi pers yang digelar usai rapat tertutup di Hotel Niagara Parapat, Selasa (1/3/2016).

“Tadi gubernur dan 7 bupati sudah sepakat semuanya melalui tandatangan untuk membangun bersama-sama. Maka rapat tadi kami beri  judul ‘Bersatu untuk danau Toba’,” ujar Jokowi mengawali konferensi pers.

Presiden menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah membangun Bandara Silangit, yang akan dimulai bulan April dan dijadwalkan selesai bulan September tahun ini.

“Runway-nya diperpanjang menjadi 2.650 (meter) yang akan bisa didarati oleh Boeing, kemudian terminalnya juga akan dibangun yang besar, sehingga kita harapkan dengan (pembangunan) infrastruktur perhubungan ini, wisatawan yang datang akan mulai lebih banyak,” terang Presiden RI.

Selanjutnya, terang Jokowi, sakan dilakukan pembenahan infrastruktur secara komprehensif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, yang diharapkan akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba secara berkelanjutan.

“Tentu saja kita akan membangun hotel dan beberapa kawasan (wisata) dengan fasilitas yang lebih baik,” ujar Jokowi.

Menurut Presiden, dengan fasilitas yang lebih baik, maka kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara akan meningkat dari waktu ke waktu.

“Dengan positioning yang lebih baik, dengan deferensiasi yang berbeda dengan (kawasan) wisata yang lain, dan branding yang lebih baik lagi, dan promosi yang lebih baik lagi, kita semua meyakini bahwa Danau Toba akan menjadi sebuah destinasi wisata yang betul-betul layak dikunjungi, baik wisman maupun mancanegara,” kata Presiden optimis.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kesulitan 7 pemerintah daerah dalam mendanai pembangunan infrastruktur khususnya jalan, Presiden Jokowi memastikan bahwa pemerintah pusat telah adan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk pembenahan infrastruktur jalan strategis di kawasan Danau Toba.

“Tadi semua bupati sudah menyampaikan, sudah dicatat oleh Menteri PU,” jawab Jokowi.

Jokowi menjelaskan, sejak tahun lalu (2015-red), dana perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan sudah dialokasikan untuk jalan-jalan strategis di kawasan Danau Toba, dan akan dilanjutkan pada tahun ini dan seterusnya.

“Nanti di Pulau Samosir, Muara, Simalungun, kemudian juga rencana (jalan) tol dari Tebing Tinggi ke Parapat,” imbuhnya.

Menanggapi pertanyaan tentang penanganan beberapa perusahaan yang operasinya selama ini merusak ekosistem Danau Toba, Presiden Jokowi memastikan, masalah itu menjadi prioritas untuk diselesaikan.

‘Itu nanti pendekatannya dilakukan oleh bupati-bupati, baik yang berkaitan dengan keramba, maupun yang berkaitan dengan lingkungan (lainnya),” tegas Presiden.

Presiden menjelaskan, pembentukan badan otorita kawasan wisata Danau Toba telah disetujui oleh gubernur dan tujuh bupati kawasan Danau Toba. Badan otoritas tersebut, menurut Jokowi, diperlukan untuk menakhodai pembangunan dan pengelolaan sektor pariwisata Danau Toba.

“Karena tidak mungkin satu kawasan itu dikelola oleh 7 manajemen. Satu kapal nakhodanya hanya satu. Oleh sebab itu nanti akan dibentuk badan otorita kawasan Danau Toba. Tujuh bupati dan gubernur sudah setuju semuanya. Artinya yang berkaitan dengan ijin-ijin yang lingkupnya pada kawasan wisata yang nanti ditentukan sekitar 500 hektar, itu akan menjadi kewenangan badan otorita,” terang Jokowi.

Menjawab pertanyaan tentang upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat pemilik lahan yang akan dijadikan kawasan wisata, Presiden mendorong agar diterapkan pola pinjam pakai atau diperhitungkan sebagai saham, sehingga masyarakat pemilik lahan secara berkelanjutan tetap mendapatkan manfaat dari penggunaan lahannya.

“Tapi saya kan tidak memaksa rakyat. Kalau (dia) mau jual, masa saya paksa jangan. Iya kan? ujar Presiden mengakhiri keterangannya. (EM)

Foto: Presiden Joko Widodo didampingi Plt Gubernur Sumut Tengku erry Nuradi dan tujuh Bupati kawasan Danau Toba, menggelar konferensi pers usai rapat tertutup “Bersatu untuk Danau Toba” di Hotel Niagara Parapat, Selasa (1/3/2016). (bataktoday/em)

News Feed