oleh

Jong Bataks Arts Festival #3: “Bersumpah” untuk Jong Sumatera…!

Medan, BatakToday

Berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa sat. Pedoman inilah yang selalu dipegang teguh oleh pemuda Indonesia di seluruh penjuru tanah air.

Berbagai event menyemarakkan peringatan Sumpah Pemuda 88 Tahun pada 28 Oktober 2016 dilakukan, untuk mengumandangkan nasionalisme. Namun, satu hal yang luar biasa adalah ketika anak-anak muda Jong Bataks Arts Festival turut menjadi konseptor dan mengeksekusi jalannya kegiatan positif tersebut.

Meskipun berlatar belakang kebudayaan dan kepercayaan yang berbeda satu sama lain, semangat dan pergerakan pemuda-pemuda Sumatera Utara ini sukses merangkul kaum muda untuk berkarya dan berkompetisi dalam festival ketiga Jong Batak.

Hari ini, 28 Oktober 2016 adalah hari keempat kegiatan festival, sekaligus hari puncak dimana seluruh masyarakat Sumatera Utara diajak berkontribusi untuk mengapresiasi perjuangan Amir Syarifudin dan kawan-kawan. Bahkan, seluruh pemuda diajak berpikir reflektif mengenai arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

“Ketika negeri ini merdeka, kita menghadapi dilema. Orientasi kita kemana? Barat atau…” Irwansyah Harahap sengaja mengosongkan kalimat berikutnya sebagai isyarat ‘terserah’ pendengar ingin menjawab apa didalam benak masing-masing. Sebuah refleksi yang disampaikan menjadi pertanyaan berat bagi kemajuan bangsa Indonesia. Baginya, anak muda cenderung menjadi ‘orang lain’ dalam kehidupan berbudaya, sekalipun ada kebudayaan yang melekat sebagai sekadar identitas.

“Kehadiran pemuda menjadi sesuatu yang tak terbantahkan. Jadi, daripada berteriak di jalanan, berkaryalah. ” tegas Irwansyah Hasibuan.

“Duo Irwansyah” dalam Diskusi Kebudayaan yang bertajuk “Musik, Nasionalisme dan Kenusantaraan”, Kamis (27/10) di Ruang Tari Taman Budaya Sumatera Utara, Irwansyah Harahap maupun Irwansyah Hasibuan mengharapkan agar ada nilai atau etos didalam kebudayaan, sebagai akar peradaban yang kokoh menjadi bangsa yang maju.

 Lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD, di JBAF#3 (ist)
Lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD, di JBAF#3 (ist)

Adapun kegiatan pada hari keempat, hari terakhir, adalah Lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD, penampilan tari-tarian Yayasan Perguruan Sidorame, Dongan’s project, Ugamo Batak dan Parmalim.

Lalu ada pula pertunjukan musik dari Kenduri Kopi, Sanggar Idaman Binjai, Rizkha & Friends, M Clarock, Equaliz, Simalem Arts, Medan Blue Society, GMC Didong Gayo, Trumpetezra, Bale Marojahan, Boraspati Band, serta kolaborasi musik Topeng dari De Tradisi Band.

Ojax Manalu, Direktur Jong Bataks Arts Festival #3 (bataktoday/ajvg)
Ojax Manalu, Direktur Jong Bataks Arts Festival #3 (bataktoday/ajvg)

Kemudian penampilan teater ‘Teater 01 Universitas Simalungun’, dan penampilan puisi dari Tampe Mangaraja Silaban dan juga oleh Agus Susilo.

Pada malam harinya, akan ada laporan akhir dari Direktur Jong Bataks Arts Festival #3, serta kehadiran staf Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), dan Walikota Medan, dalam rangka penutupan event Jong Bataks Arts Festival yang ketiga ini.

Seperti kegiatan Jong Bataks Festival Arts sebelumnya, kali ini akan ada karnaval kebudayaan oleh panitia Jong Bataks #3, yang melewati rute Taman Budaya-Masjid Raya-Lapangan Merdeka dan akan kembali lagi ke Taman Budaya.

Kegiatan karnawal ini dilaksanakan pada pukul 16.15 WIB dengan mengarak Topeng di atas mobil pick-up, kemudian akan ada angkutan peserta karnaval dengan mobil odong-odong dan becak mesin.

Ojax Manalu mengungkapkan bahwa event ketiga ini bukanlah kegiatan terakhir. Jong Bataks akan selalu mengupayakan agar festival kebudayaan seperti ini dapat berlanjut, bahkan menjadi event nasional.

Dia juga menyebutkan rencana untuk melibatkan pekarya seni dari seluruh penjuru nusantara, untuk merancang sebuah event yang lebih luas, yaitu Jong Sumatra.

BEKRAF yang hadir dalam festival kebudayaan Jong Batak ke-3, mengapresiasi kegiatan ini, dan akan selalu mengupayakan dukungan untuk Jong Bataks Festival Arts seterusnya. (rel/ajvg)

News Feed