Jong Bataks Arts Festival #4: Hadirkan 36 Pekarya Sumut, Plus Riau&Sumbar

Jong Bataks Arts Festival #4: Hadirkan 36 Pekarya Sumut, Plus Riau&Sumbar

188
Riau Rhythm Chambers Indonesia, salah satu pekarya asal Riau, yang akan turut hadir dalam Jong Bataks Arts Festival #4 (JBAF#4), di Taman Budaya Medan, 25-28 Oktober 2017 (ist)

Medan, BatakToday

Rumah Karya Indonesia (RKI), adalah lembaga yang fokus dalam mengembangkan dan menjadikan seni tradisi sebagai sumber inspirasi, kreativitas, dan pengetahuan, untuk mencapai Indonesia yang berkepribadian. Untuk mewujudkannya, Rumah Karya Indonesia melaksanakan tiga program utama, yaitu Manajemen Seni, Riset dan Penerbitan, serta Diskusi/Seminar/Pelatihan.

Dalam pelaksanaannya, program dituangkan dalam kegiatan yang mengedepankan unsur tradisi, kebudayaan, dan kesenian local, dengan melibatkan anak-anak  muda dan masyarakat local. Salah satu kegiatan ‘rutin’nya adalah Jong Bataks Arts Festival.

Sebelumnya, sudah terlaksana 3 (tiga) kali, dan pada tahun ke-4 ini, Jong Bataks Ars Festival  hadir berbeda dengan sebelumnya. Kali ini tidak hanya menampilkan beragam pagelaran Budaya Batak, tetapi lebih luas lagi, Sumatera.

Pada gelaran tahun ini, Jong Batak Arts Festival mengusung salah satu alat musik tradisional sebagai tema, yaitu Gong . Di Indonesia, Gong mempunyai peranan penting dan strategis dalam kehidupan budaya masyarakat. Alat ini digunakan dalam upacara keluarga, masyarakat, kerajaan, dan keagamaan. Selain dikenal sebagai alat musik, gong juga sebeagai bentuk harta, emas kawin, pusaka, lambang dan status pemiliknya, perangkat upacara, dan fungsi lainnya juga sebagai alat komunikasi antar warga.

Sabou Band, grup musik yang biasanya membawakan lagu-lagu Simalungun, akan tampil di JBAF#4, Taman Budaya Medan, 25-28 Oktober 2017 (ist)
Sabou Band, grup musik yang biasanya membawakan lagu-lagu Simalungun, akan tampil di JBAF#4, Taman Budaya Medan, 25-28 Oktober 2017 (ist)

Dengan mengusung ‘semangat Gong’ sebagai sesuatu sumber informasi penting, dan berharga bagi orang banyak, Jong Bataks Art Festival kali ini mengajak berkolaborasi para pekarya dari luar Sumatera Utara, yaitu Riau Rhythm  Chambers Indonesia dan Minangapentagong, yang sangat kental dengan seni tradisi lokalnya masing-masing.

“Tidak hanya sampai di situ, Jong Bataks Arts Festival #4 dirangkai dengan kegiatan Workshop “Manusia dan Musik”, sebagai pewujudan program RKI dalam memanajemen seni, riset, diskusi, pelatihan dan seminar. Pemateri yang akan terlibat dalam workshop ini diantaranya Dr. Puluman P. Ginting, MSn, Wayan Dewa Supenida, S,Skar., M.Sn, Nurkholis S.Sn., M.Sn dan Rino Deza Pati,” ungkap Ojax Manalu, Direktur Jong Bataks Arts Festival #4.

Jong Bataks Arts Festival #4 (JBAF#4) akan dilaksanakan pada 25 – 28 Oktober 2017,  di Taman Budaya Medan. Setiap harinya dimulai pukul 14.00 Wib. Kegiatan ini terbuka untuk  pejalar dan umum.

JBAF#4 juga akan mendatangkan sejumlah penampil, diantaranya  Incidental Musik, Ghalinada Etno Musik Sentrum, De Tradisi, Etnomorfosa,  Hanna Pagiet, Toba Putri Dancer, Hendra Dkk, Nauli Sister, Arunika, Rhytemta, Sihoda Dancer, dan Estrada Ginting.

Minangapentagong, asal Sumatera Barat, yang kental dengan seni tradisional Minangkabau, akan tampil di JBAF#4, Taman Budaya Medan, 25-28 Oktober 2017 (ist)
Minangapentagong, asal Sumatera Barat, yang kental dengan warna seni tradisional Minangkabau, akan tampil di JBAF#4, Taman Budaya Medan, 25-28 Oktober 2017 (ist)

Kemudian ada pekarya dari Himapsi, Perempuan Hari Ini, Sabou Band, Rexon dkk, Sanggar Jolonew,  Komet “USU” 16, Gendang Kampung Perkusi, Tataring, Sanggar Seroja, Fayo Band, Achord Band, Medan Blues Society, dan Averiana Barus.

Serta tidak ketinggalan pekarya ‘serba bisa’ Tampe Mangaraja Silaban, seniman ‘desa’ asal Kabupaten Dairi. Kemudian, ada Poda Band, Boraspati Band, Kugitari, SMA Dharmawangsa Medan, YP HKBP Sidorame, SMAN2 Percut Sei Tuan, SMA Al Ulum, Halak Smantig, SMA Negeri Seni dan Budaya Raya, dan S Tradisi.

Brevin Tarigan M.Sn sebagai Manager Program, mengungkapkan, Jong Bataks Arts Festival #4 yang bertemakan Gong, diharapkan akan semakin merekatkan Indonesia.

“Melalui semangat Gong yang eksistensinya sangat berpengaruh di berbagai sisi kehidupan manusia, pertunjukan seni dan budaya, yang dirangkai dengan kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda,  kiranya akan semakin merekatkan Indonesia,” ungkap Brevin. (rel/ajvg)