oleh

Jumlah Pasar Modern Tidak Rasional, SKPD Kurang Koordinasi

Pematangsiantar, BatakToday

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar, Henry Dunan Sinaga mengaku kecewa melihat jumlah pasar modern di kota Siantar yang sekarang ini menurutnya  sudah tidak rasional.

“Saya sendiri sudah melihat langsung di lapangan, pasar modern sangat marak beroperasi. Misalnya seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi,” ucap Henry Dunan kepada BatakToday saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/9).

Menurutnya, hal ini terjadi akibat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), kurang berkoordinasi dalam mengambil kebijakan.

Politisi Gerindra ini mengakui bahwa dampak dari tidak rasionalnya jumlah pasar modern berpengaruh besar terhadap keberadaan para pedagang kecil maupun pasar tradisional. Sesuai observasinya, sudah banyak pedagang kecil yang mati dagangannya, disebabkan keberadaan pasar modern.

Henry menilai, saat ini pola beli masyarat sudah mulai berubah, di mana sebelumnya membeli barang kebutuhan di pasar tradisional atau pedagang kecil,  kini sedikit beralih ke pasar modern, sehingga diperlukan regulasi untuk melindungi pedagang kecil.

“Dengan fasilitas yang mewah, sudah pasti masyarakat lebih memilih belanja ke pasar modern. Bagaimanapun tidak boleh dibiarkan begitu saja, sehingga pedagang kecil mati sebelum berkembang,” ungkapnya.

Dia menegaskan, sebagai mitra kerja dari Disperindag, Komisi II selalu menekankan supaya Disperindag aktif berkoordinasi dengan BPPT terkait izin mendirikan pasar modern. Henry berpendapat, tujuan Disperindag berkordinasi agar dapat mengkaji dampak beroperasinya pasar modern bagi pedagang kecil maupun pasar tradisional.

“Pasar modern memang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah. Akan tetapi, para pedagang kecil dan pasar tradisional tetap harus diperhatikan pemerintah kota. Maka, kedepannya, DPRD dan pemerintah kota harus segera menyikapi hal ini. Bila perlu dibentuk Peraturan Daerah, mengantisipasi semakin maraknya pasar modern di kota Siantar,” ujar Henry Dunan. (EM)

News Feed