oleh

Kadistanak Siantar Akui RPH Manunggal Masih Banyak Kekurangan

Pematangsiantar, BatakToday

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pematangsiantar, Robert Pangaribuan mengakui dalam 4 bulan uji coba Rumah Potong Hewan (RPH) Manunggal yang dibangun oleh Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS), masih terdapat berbagai kekurangan.

“Kami dari dinas mengakui saat ini kondisi RPH Manunggal masih perlu pembenahan,” ucap Robert kepada BatakToday, usai rapat di  ruang Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar, Rabu (10/8).

Robert menjelaskan, kendala bangunan RPH Manunggal memang tidak terlalu mengganggu proses pemotongan hewan itu sendiri. Namun menurutnya, bila tidak segera dibenahi,  akan sangat mengganggu lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kondisi RPH Manunggal harus dibenahi, supaya tidak mengganggu lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Baik ruang pemotongan hewan, belum adanya pengolah limbah, dan belum adanya dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) serta Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) RPH Manunggal,” terang Robert.

Septic-tank yang ada tidak mampu menampung limbah pemotongan hewan, di Rumah Potong Hewan (RPH) Manunggal, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar (bataktoday/doc)
Septic-tank yang ada tidak mampu menampung limbah pemotongan hewan, di Rumah Potong Hewan (RPH) Manunggal, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar (bataktoday/doc)

Dia juga menambahkan, sejak awal pembangunan Distanak telah memprediksi jika hanya menggunakan septic-tank seperti yang ada sekarang, pasti tidak sanggup menampung limbah hewan yang dipotong setiap harinya.

Baca juga: BLH Akui RPH Manunggal Buang Limbah ke Sungai Bah Biak

Menyikapi berbagai persoalan ini Distanak telah berkordinasi dengan PD PAUS sebagai pihak penyedia bangunan RPH Manunggal dan dinas terkait lainnya.

“RPH Manunggal kan belum serah terima. Kita juga koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH), terkait UKL/UPL nya. Tapi sejauh ini, walau tahap uji coba, kita tetap berupaya mengambil kebijakan yang tepat, mengantisipasi limbah RPH Manunggal agar tidak menggangu kenyamanan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Robert, Distanak sebagai mitra kerja Komisi II, pada saat rapat sudah menyampaikan kendala RPH Manunggal selama uji coba. Dalam rapat tersebut, Komisi II menyarankan agar Distanak tidak melakukan proses serah terima sebelum PD PAUS menuntaskan pembenahan atas kekurangan-kekurangan yang ada di RPH Manunggal.

“Komisi II juga menyebutkan RPH Manunggal belum sempurna, sehingga serah terima dengan PD PAUS harus ditunda sampai kekurangan-kekurangan yang ada dibenahi secara tuntas” ujarnya mengakhiri.

Menurut informasi yang diperoleh, hingga saat ini RPH Manunggal yang dibangun oleh PD PAUS sebagai pengganti RPH lama yang berada di Jalan Melanthon Siregar, belum memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan. Hal ini sejalan dengan keterangan Kadistanak di atas, bahwa RPH ini belum memiliki dokumen UKL/UPL sebagai salah satu persyaratan saat mengajukan permohonan IMB untuk bangunan sejenis, ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Pematangsiantar. (EM)

Foto:

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pematangsiantar Robert Pangaribuan, seusai rapat dengan Komisi II DPRD Kota Siantar, Jalan H Adam Malik, Pematangsiantar, Rabu 10/8/2016 (bataktoday/em)

News Feed