Kapolresta: 54 Anggota Gafatar Dipulangkan ke Medan

Kapolresta: 54 Anggota Gafatar Dipulangkan ke Medan

532

Medan, BatakToday –

Banyaknya isu yang berdampak kepada keresahan warga, Penjabat Wali Kota Medan, Randiman Tarigan, bersama Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, dan Dandim 0201/BS Kol Inf Maulana Ridwan, menggealr rapat dengan seluruh camat dan lurah di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (26/1/2016). Selain bahaya teroris, peredaran narkoba, begal dan tindak kejahatan lainnya, serta anggota Gafatar juga menjadi topik pembahasan dalam rapat tersebut.

Menurut Mardiaz,  masalah kamtibmas di Kota Medan harus diwaspadai pasca  bom Sarinah Jakarta beberapa waktu lalu. Pasalnya, jaringan teroris ini ditengarai sudah sampai ke seluruh pelosok tanah air, termasuk Kota Medan. Apalagi Medan pernah menjadi sasaran aksi teroris, seperti kasus Bank CIMB Niaga,  maupun sebagai pintu masuk pelatihan teroris di Jantho, Aceh.

Untuk itulah Polresta bersama Brimobdasu dan Dandim kini melakukan pengawasan segala tempat berbau asing di Kota Medan, guna mempersempit gerakan para teroris. Di samping itu Kapolresta juga minta dukungan penuh seluruh camat, lurah dan kepling,  agar ikut melakukan pengawasan, terutama terhadap rumah-rumah sewa maupun kos yang ada di wilayahnya masing-masing.

Dikatakan Kapolresta, rumah sewa maupun tempat kos acapkali dijadikan lokasi para teroris untuk persiapan melakukan aksi, termasuk mempersiapkan bom.

“Jadi saya minta para camat, lurah dan kepling untuk mengecek rumah sewa maupun tempat kos. Data dengan lengkap identitas pengontrak.  Apabila melihat hal-hal mencurigakan, segera laporkan kepada petugas Babinsa maupun Babinkamtibmas,” kata Mardiaz.

Di samping itu, tambahnya, camat, lurah dan kepling juga harus mengaktifkan kembali siskamling.  Namun pola dan metoda siskamling harus  diubah dan dirumuskan sehingga menghasilkan pengamanan terbaik. Kehadiran siskamling ini diharapaknya dapat membantu memantau orang asing/pendatang yang memasuki suatu wilayah.

Di samping teroris, Mardiaz juga mengingatkan untuk mewaspadai pemulangan ribuan anggota Gafatar dari Kalimantan Barat (Kalbar). Sebab, berdasarkan info yang diperolehnya, 301 dari anggota yang dipulangkan  itu berasal dari Sumatera Utara, dan 54 diantaranya berasal dari Kota Medan, terutama Kecamatan Medan Helvetia, Medan Tembung dan Medan Denai.

“Sebelum bergabung di Kalbar, mereka ini telah menjual seluruh harta bendanya. Untuk itu saya minta camat, lurah dan kepling untuk mengawasi mereka serta mendata mereka. Selain itu tetap rangkul mereka, sebab mereka adalah saudara-saudara kita juga. Apabila tindak tanduk mereka mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.

Camat, lurah dan kepling diminta untuk segera melaporkan apabila mengetahui dan mendapat informasi adanya peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing. Sebab, peredaran narkoba saat ini sangat meresahkan. Terbukti, 90 persen pelaku tindak pidana, termasuk begal  yang berhasil diamankan Poltresta Medan, semua motifnya akibat narkoba.

Dandim 0201/BS, Kol Inf Maulana Ridwan mengatakan, seluruh personelnya yang berjumlah sekitar 600 prajurit siap mendukung Polresta Medan dalam menciptakan kondusifitas Kota Medan, termasuk antisipasi teroris, peredaran  narkoba, Gafar serta aksi para begal. Namun untuk mendukung itu, diperlukan keperdulian dari semua.

Selanjutnya diminta apabila ada anggotanya yang bertindak aneh-aneh di tengah masyarakat, segera laporkan kepada dirinya, sebab telah dilakukan deklarasi dengan seluruh personelnya beberapa waktu lau.

“Apalabila ada yang terlibat narkoba, langsung dipecat. Jadi tolong laporkan bila ada anggota saya yang aneh-aneh. Lebih baik lagi apabila diketahui nama dan pangkatnya,” ujarnya.

Randiman Tarigan langsung menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah yang hadir segera mensosialisasikan hasil rapat kepada seluruh kepling. Ia meminta seluruh jajaran Pemko Medan untuk membantu aparat kepolisian dan TNI dalam mengatasi keamanan, termasuk bahaya teroris, peredaran narkoba, begal maupun tindak kriminal lainnya, termasuk pemulangan anggota Gafatar.

Terkait permintaan Kapolresta untuk mengaktifkan kembali siskamling, Randiman mengatakan, sebelum bom Sarinah terjadi, ia telah  membuat edaran kepada camat dan kepling untuk menghidupkan kembali siskamling di wilayahnya amsing-masing. Randiman optimis, keberadaan siskamling mampu menekan angka kriminalitas.

“Mulai malam ini, saya minta camat, lurah dan kepling  mulai melakukan pengawasan di wilayahnya amsing-masing. Siapa saja warga pendatang, harus didata. Kita tidak ingin Kota Medan seperti Jakarta. Kita ingin kota yang sama-sama kita cintai ini tetap aman dan kondusif, sehingga menjadi percontohan di Indonesia,” tegas Randiman. (AFR)

Foto: Susana rapat kamtibmas Kota Medan dipimpin Pj Wali Kota Randiman Tarigan, Kaporesta dan Dandim, diikuti seluruh camat dan lurah se-Kota Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (26/1/2016). (bataktoday/afr)