oleh

Kasus PD PAUS: OTT Gaya Siantar, Operasi Tanpa Tersangka

Pematangsiantar, BatakToday

Pertemuan antara pengurus organisasi PERKASA (Persatuan Pedagang Kecil Eks Terminal Sukadame), Badan Pengurus Cabang GMNI Siantar-Simalungun, dan Lembaga Kajian Publik dan Politik (LKP2), dengan pihak Kejaksaan Negeri Pematangsiantar sehubungan dengan klarifikasi tentang perkembangan proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) akhirnya berlangsung pada hari Senin sore (27/02/2017) sekitar pukul 14.45 Wib.

Baca Berita: 14 Bulan Kasus PD PAUS Tanpa Tersangka, Kejari Siantar Tunggu Anak…

Dalam pertemuan di ruangan Kasi Intel, yang berlangsung sekitar 2 jam, Kejari Siantar diwakili Kasi Intel Hary Palar, dan Kasipidsus Herianto Siagian. Keempat organisasi yang meminta klarifikasi diwakili oleh Binsar Gultom (LKP2), Goklif Manurung (PERKASA), Faith Manalu (GMNI).

Meski berlangsung dalam suasana hangat, namun tidak diperoleh informasi tentang perkembangan baru dari proses penyidikan kasus ini. Kejari Siantar tetap dengan informasi yang terpublikasi selama sekitar 9 bulan terakhir, bahwa penetapan tersangka akan dilakukan setelah diperoleh hasil audit perhitungan kerugian Negara oleh BPKP Perwakilan Sumatera Utara.

Para pengurus organisasi yang menyambangi Kejari Siantar sore itu, dan beberapa awak media yang hadir serta terlibat dalam pertemuan ini, ‘hanya’ memperoleh sedikit tambahan berita tentang penanganan kasus, dengan pemberitahuan dan ditunjukkannya korespondensi Kejari Siantar dengan KPK, bahwa penanganan kasus ini sedang dalam pengawasan pihak KPK.

Kasipidsus dan Kasi Intel menyebutkan bahwa Kejari Siantar telah menjalankan proses penyidikan sesuai dengan prosedur dan ditangani secara profeional.

Hal lain dari pembicaraan dalam pertemuan, bahwa saat ini Kejari Siantar ‘hanya’ memiliki 1 (satu) kasus tipikor yang sedang dalam tahap penyidikan, yaitu kasus PD PAUS.

Goklif Manurung dari PERKASA kepada BatakToday sangat menyayangkan dan prihatin dengan penanganan kasus PD PAUS yang dinilainya sangat lamban dan terkesan jalan di tempat.

“Kita sebagai bagian dari masyarakat Kota Siantar sangat kecewa menyaksikan performa Kejari Siantar dalam penanganan kasus ini. Cobalah, saat ini stok kasus tipikor yang sedang disidik Kejari Siantar hanya ada satu, Kasus PD PAUS ini Dan itu sudah berlangsung 14 bulan lebih. Bisa kita bayangkanlah, kalau ada kasus yang katanya sudah 14 bulan dalam penyidikan, tapi Kejaksaan belum menetapkan satu tersangka pun. Ngapain dulu kasus ini ditingkatkan ke penyidikan, kalau tak mampu menetapkan tersangka. Lita prihatin, bagaimana korupsi mau diberantas kalau untuk penanganan satu kasus saja sebegini lamanya. Jangankan mau bilang tuntas, tersangka saja belum ada. Ini OTT gaya Siantar, Operasi Tanpa Tersangka, maufff…” sebutnya menyatakan kekecewaannya. (ajvg)

News Feed