KD Idol 2016, Membangkitkan Budaya Melayu dengan Kompetisi

KD Idol 2016, Membangkitkan Budaya Melayu dengan Kompetisi

1245

Medan, BatakToday –

Kampung Deli Resto menggelar Lomba Menyanyi Lagu Melayu, Minggu (24/1) di Jl. Kapten Muslim no. 75 Medan Helvetia. Kompetisi yang digelar pertama kali tersebut merupakan bagian dari pagelaran Festival Budaya Melayu, bertajuk Kampung Deli Idol (KD Idol) 2016. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangkitkan Budaya Melayu sebagai bagian dari Budaya Sumatera Utara ke depan.

Ketua pelaksana Indra Sahputra menjelaskan, lomba menyanyi diikuti 18 peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Mereka datang dari Langkat, Deli Serdang, Binjai, dan juga Medan. Peserta kita ini bagus semua. Mereka sebelumnya telah mengikuti berbagai lomba menyanyi lagu Melayu, baik tingkat kecamatan, daerah bahkan nasional,” paparnya kepada BatakToday, Minggu (24/1).

Indra menambahkan, Festival Budaya Melayu sendiri sudah berlangsung sejak awal Januari tahun ini.

“Kegiatan yang udah kita laksanakan, Fashion Show Melayu (10/1/2016), Lomba memasak masakan Melayu (17/1/2016) dan hari ini kita mengadakan lomba nyanyi Lagu Melayu”, katanya.

Indra mengatakan, kegiatan akan dilanjutkan Jumat (29/1/2016), dan puncak acara (30/1) di tempat yang sama.

“Kita masih ada lomba lagi minggu depan. Tanggal 29 Januari kita adakan lomba Balas Pantun, dan tanggal 30 Januari kita adakan Lomba Selfie pas di puncak acara nanti,” ujar Indra.

Membangkitkan Budaya Melayu lewat Kompetisi

Indra lebih jauh menjelaskan, tujuan pagelaran Festival Budaya Melayu ini adalah untuk memperkenalkan Budaya Melayu sebagai bagian dari Sumatera Utara kepada masyarakat. Konsep kompetisi yang dilakukan diharapkan dapat merangkum pemuda untuk berperan aktif dalam sebuah budaya.

“Sebenarnya kegiatan-kegiatan budaya sudah sering kita lakukan, seperti pertunjukan budaya di Kampung Deli Resto kita lakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Menu yang ada di Kampung Deli Resto ini juga hampir 100 persen menu dari Medan. Namun, banyak diantara orang itu hanya sebagai penonton. Makanya kita buat dalam bentuk kompetisi, agar pemuda bisa berperan aktifdan dalam sebuah pagelaran budaya.”, papar Indra.

Syafrizal AR saat beraksi di depan juri Tengku Umar Omtatik. Generasi muda Melayu bersuara merdu ini akhirnya memenangi lomba.
Syafrizal AR saat beraksi di depan juri Tengku Umar Omtatik. Generasi muda Melayu bersuara merdu ini akhirnya memenangi lomba. (bataktoday/sm)

Lomba menyanyi lagu Melayu akhirnya dimenangi Syafrizal AR sebagai juara pertama, disusul Nur Airin, Ririn, Syarifah, dan Hardiansyah di posisi berikutnya.

Penentuan juara ditentukan oleh 5 juri dari kalangan praktisi budaya dan lembaga-lembaga budaya. Hal itu disampaikan oleh Indra selaku ketua pelaksana yang juga dibenarkan oleh Tengku Umar Omtatok.

“Ya benar, juri-juri kita dari kalangan praktisi budaya dan lembaga-lembaga budaya. Empat orang bersuku Melayu, dan satu lagi seorang seniman Batak”, papar Tengku kepada BatakToday.

Hardiansyah (27), salah seorang pemenang lomba menyanyi, mengaku bangga dan senang bisa mengikuti kegiatan budaya tersebut. Pria muda asal Jalan Denai ini mengaku respect terhadap Kampung Deli Resto yang bersedia mengadakan event seperti itu.

“Saya merasa bangga dan senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Saya juga sangat respect terhadap Kampung Deli Resto, karena mereka mau buat kompetisi yang seperti ini. Jarang-jarang loh, ada café yang mau buat kek gini,” ujarnya sumringah.

Indra selaku ketua pelaksana mengaku, ke depan akan tetap konsisten mengadakan Festival Budaya Melayu dan event sejenis. Indra juga berharap adanya dukungan pemerintah atas pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.

“Ini kan baru pertama, kita harapkan untuk selanjutnya akan lebih baik lagi, sehingga kegiatan ini akan berlangsung secara kontinu. Dukungan pemerintah sangat kita harapkan, baik moril maupun berupa dana,” pintanya.

Tengku Umar Omtatik, salah satu juri lomba menyanyi lagu Melayu mengaku bangga dan senang dengan pagelaran Festival Budaya Melayu ini

Menurut pria lulusan S2 Psikologi dan Bisnis Administrasi itu, Festival Budaya seharusnya menjadi agenda tetap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tengku berharap, Pemprov Sumut dapat mengembangkan budaya Sumut dengan menerapkan konsep One Village One Product.

“Pemerintah harus punya agenda tetap. Selain Pekan Budaya Melayu, Pesta Bunga, dan Pesta Danau Toba, mereka (pemerintah, red) harus menerapkan konsep One Village One Product, dimana setiap desa di Sumatera Utara harus bisa menghasilkan produk, baik produk budaya maupun jasa-jasa”, paparnya.

Pejabat Penting akan Hadir pada Puncak Acara

Ketua pelaksana Festival Budaya Melayu, Indra Sahputra menjelaskan, puncak acara Festival Budaya Melayu yang akan digelar Sabtu (30/1/2016) di Kampung Deli Resto, Jalan. Kapten Muslim nomor 75 Medan Helvetia akan dihadiri kalangan petinggi Sumatera Utara, diantaranya Plt Gubernur Sumumantan Wali Kota Medan Adillah, Plt Walikota Medan Randiman Tarigan, Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang, Kesultanan Melayu yang ada di Sumatera Utara, dan Syamsul Arifin.

“Plt Gubernur Sumut sudah 90 persen hadir, Syamsul Arifin juga. Selain itu, kita juga mengharapkan kehadiran pihak Kesultanan Melayu yang ada di Sumatera Utara. Dari 6 kesultanan yang kita undang, 4 orang sudah menyatakan siap hadir, dan kita masih nunggu konfirmasi dari 2 kesultanan lainnya,” terangnya. (SM)

Foto: Salah satu peserta menyanyikan lagu pilihan di depan puluhan penonton pada Lomba Menyanyi Lagu Melayu yang merupakan rangkaian Festival Budaya Melayu di Kampung Deli Resto Jalan Kapten Muslim nomor 75 Medan, Minggu (24/1/2016). (bataktoday/sm)