oleh

Keenan Sipayung: Putera-Puteri Simalungun Harus Percaya Diri Ditengah Segala Bangsa

Toba Samosir, BatakToday

Masih dari sela-sela perhelatan Acara Syukuran atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Toba Samosir bulan yang lalu, di Balige, Sabtu 27/2/2016, BatakToday masih menyisakan sebuah petikan dari perbincangan dengan Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) se-Papua, Keenan Sipayung, yang hadir pada acara tersebut bersama rombongan KMB plus “Saudara Kandung” dari Papua. Kehadiran rombongan ini sebagai tanda dukungan yang tak lekang untuk Darwin Siagian-Hulman Sitorus, ketika pasangan ini memulai pekerjaannya untuk membangun Kabupaten Toba Samosir.

Baca juga berita: Menguak Harapan untuk Bona Pasogit, Belajar kepada Orang Batak di Papua

Perbincangan pada petang hari itu dimulai dari adanya kecenderungan masyarakat Batak yang sangat solid di perantauan, seperti di Tanah Papua, sementara tidak dapat dipungkiri bahwa di Tanah Batak sendiri muncul gejala-gejala kekurangharmonisan antar sesama Batak. Hal ini terjadi akibat dari dorongan fanatisme sektoral, terutama sehubungan dengan maraknya riuh-rendah gelombang Pilkada Serentak 2015, dan 2017 nanti.

Keenan Sipayung, anggota DPRD Kota Jayapura, adalah putera asal Dolok Maraja-Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau. Jurnalis BatakToday sendiri adalah putera asal Saribudolok, Kecamatan Silimakuta. Keduanya sama-sama berasal dari Kabupaten Simalungun. Kesamaan ini akhirnya membawa perbincangan mengarah kepada suksesi kepala daerah di Siantar-Simalungun yang secara sosial budaya tidak dapat dipisahkan. Di bawah ini petikan perbincangan BatakToday dengan Keenan Sipayung.

BatakToday: Ada semacam  resistensi dari sebagian warga Simalungun terhadap calon kepala daerah yang Non-Simalungun, bagaimana pendapat anda?

Keenan: Siantar-Simalungun, penduduknya bukan hanya etnis Simalungun. Ada Jawa, Minang, Tionghoa, Toba, Karo, dan banyak etnis lain lagi. Kita harus sadari itu. Mari kita dukung siapa saja, sejauh dia memang mau membangun Siantar-Simalungun.

Kadang kita terlalu egois, maningon hita sijolom suhul (harus memegang kendali). Memang bagus, tapi tetap harus terbuka dengan figur dari etnis lain.

Intinya, berubahlah. Saya berharap, jangan berpikir lagi negatif, tetapi berpikir positiplah. Jangan kalau ada dari etnis lain yang mau maju untuk memimpin, langsung ada penolakan dari kita. Untuk etnis lain yang mau membangun Simalungun, mari kita beri kesempatan.

BatakToday: Bagaimana pandangan anda tentang eksistensi orang Simalungun di daerah lain?

Kenaan: Orang-orang Simalungun terbukti diterima untuk berpartisipasi di daerah lain. Bahkan banyak yang menempati posisi strategis di perantauan.

BatakToday: Anda aktif melakukan sesuatu untuk daerah Toba Samosir. Ada niat untuk komunikasi dengan tokoh-tokoh Simalungun di perantauan dan Batak perantauan secara keseluruhan, untuk turut ambil andil di Siantar-Simalungun?

Keenan: Hingga saat ini belum banyak yang kami lakukan. Kumpulan keluarga Simalungun di Jayapura ada 90 KK. Saya sudah 2 periode jadi ketua. Kami sering memberi informasi dan pencerahan untuk keluarga di kampung. Misalnya, pilihlah pejabat yang memang betul-betul melayani, bukan dilayani. Kita harus berubah, kalau memang selama ini tidak betul-betul melayani, jangan pilih. Tapi, siapa pun dia, dari etnis mana pun, kalau memang punya keinginan untuk memajukan Simalungun, mari kita dukung.

BatakToday: Apa yang anda lihat sebagai karakter yang cenderung menghambat kemajuan Siantar-Simalungun?

Keenan: Saya sering menyampaikan kepada saudara-saudara kita dari Simalungun, mari kita tinggalkan sifat-sifat yang buruk, kita kembangkan sifat-sifat yang baik dari Simalungun. Kalau ada yang terjun atau berpartisipasi untuk bekerja membangun Siantar-Simalungun, jangan langsung ada penolakan.

BatakToday: Bagaimana pandangan anda tentang Hasimalungunon (Kesimalungunan) dalam pergaulan dengan suku bangsa lain?

Keenan: Putera-puteri Simalungun paling pintar bergaul dan berorganisasi. Punya kelebihan yang harus kita sadari dan kembangkan. Kelebihan putera-puteri Simalungun, yaitu punya ”ahap” (kemampuan untuk tanggap, red.), dan kemampuan untuk berbahasa secara umum di atas rata-rata, dibandingkan dengan suku bangsa lain. Kemudian, mampu merangkul, mendekati, dan bisa jadi penengah bagi orang lain. Dengan Hasimalungunon yang dimiliki, putera-puteri Simalungun bisa eksis di tengah suku bangsa Batak sendiri, di tengah-tengah bangsa ini, bahkan dalam pergaulan segala bangsa.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Keenan menatap agak lama ke arah Danau Toba, yang pemandangannya dapat dinikmati dari lokasi acara pada petang hari itu. Keenan kemudian menyampaikan pesan pribadi untuk putera-puteri Simalungun.

“Pesan saya untuk seluruh putera-puteri Simalungun, mari kita percaya diri dalam berkarya untuk Simalungun, untuk Tanah Batak, dan untuk Indonesia. Dan harus percaya diri dalam pergaulan dengan segala suku bangsa,” demikian pesan Keenan menutup perbincangan. (ajvg)

Foto:

Ketua Kerukunan Masyarakat Batak se-Papua, Keenan Sipayung, putera asal Dolok Maraja-Saran Padang, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, pada Acara Syukuran Pelantikan Bupati&Wakil Bupati Toba Samosir, Balige 27/2/2016 (ajvg/bataktoday)

News Feed