Kajari Siantar: Pers Kawal Penyidikan Kasus Tipikor PD PAUS

Kajari Siantar: Pers Kawal Penyidikan Kasus Tipikor PD PAUS

977

Pematang Siantar, BatakToday-

Setelah menyelesaikan tahap penyelidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS), akhirnya Kejaksaan Negeri Pematang Siantar meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Pematang Siantar, M. Masril SH MHum dalam jumpa pers yang dilakukan secara khusus sehubungan penanganan perkara ini, pada Senin 21/12, sekitar pukul 14.45 WIB, mengambil tempat di Ruang Rapat Kejari Pematang Siantar.

Akhir Oktober lalu, penyelidikan dimulai dengan terbitnya Surat Perintah Penyelidikan Nomor Print.Lid. 03/N:.12/FD.1/10/2015 tertanggal 27 Oktober 2015. Selama masa penyelidikan Kejari Siantar telah memeriksa 16 orang saksi, baik dari PD PAUS, Badan Pengawas PD PAUS, pihak Pemko Siantar dan Inspektorat, serta pihak terkait lainnya.

Pada gelar perkara di akhir tahap penyelidikan, ditemukan bukti permulaan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi atas dana penyertaan modal Pemko Pematang Siantar pada PD. PAUS, di TA.2014 dan TA.2015 dengan total Rp 9 milyar, dan atas dana pembelian kios Pasar Melanthon Siregar tahun 2015 sebesar Rp 4,6 milyar.

Sehingga atas dasar tersebut, status perkara tersebut ditingkatkan ke tahap selanjutnya, yaitu tahap penyidikan. Dalam tahap penyidikan akan dilakukan pencarian dan pengumpulan bukti, dan dengan bukti itu membuat terang tindak pidana korupsi yang terjadi.

Untuk memulai tahap penyidikan Kejari Siantar menerbitkan Surat Perintah Penyidikan dengan nomor: Print.Dik.01/N:.12/FD.1/12/2015, tertanggal 14 Desember 2015.

Dengan demikian tim penyidik sudah dapat mulai bekerja menyelesaikan penyidikan dan menentukan tersangka, untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Kejari Siantar, M Masril, secara khusus menyampaikan harapannya untuk dukungan dari pihak pers dalam tahap penyidikan ini.

“Mohon kepada rekan-rekan pers supaya mendukung dan mengawal proses penyidikan ini. Kami sangat berharap, rekan pers untuk mengawal dan membantu tim penyidik untuk dapat menetapkan tersangkanya.” demikian disampaikannya.

Ketika ditanyakan tentang bukti permulaan yang ditemukan dalam tahap penyelidikan, Kasipidsus yang mendampingi Kajari Siantar dalam pertemuan itu, Ondo MP Purba SH MH, menerangkan adanya penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Ada dana penyertaan modal tersebut yang tidak sesuai dengan peruntukannya, dan ada juga yang tidak sesuai pertanggungjawabannya. Dana pembelian kios juga tidak sesuai peruntukannya. Itu bukti permulaan yang dimaksud.” tuturnya.

Pembangunan Pasar Melanthon Siregar yang terbengkalai setelah pemancangan pertama pada 8 April 2015, Pematang Siantar, Kamis 17/9/2015 (bataktoday/ajvg)
Pembangunan Pasar Melanthon Siregar yang terbengkalai setelah pemancangan pertama pada 8 April 2015, Pematang Siantar, Kamis 17/9/2015 (bataktoday/ajvg)

Ondo tidak menjelaskan secara keseluruhan, melainkan hanya memberitahukan beberapa contoh ketidaksesuaian peruntukannya, terutama yang memiliki nilai relatif besar.

“Yang besar, ada dana penyertaan modal sebesar Rp 5 milyar, yang seharusnya digunakan untuk rencana anggaran pekerjaan, justru dijadikan agunan di Bank BTN untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp 4,5 milyar.” jelasnya.

Kemudian dana pembelian kios Pasar Melanthon, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan pasar tersebut, justru digunakan untuk membeli lahan untuk RPH, pemindahan Mapolsek Siantar Selatan, dan sebesar Rp 300 juta untuk membayar Konsultan Pengawas.

Ketika BatakToday coba mengaitkan kasus ini dengan temuan BPK-RI, Ondo mengatakan bahwa penyelidikan tersebut tidak ada kaitan dengan temuan yang dimaksud.

“Kita di dalam penyelidikan tidak memperoleh hasil temuan pemeriksaan BPK di tahun 2014. Yang kita temukan untuk tahun 2014 itu, PD PAUS sudah diperiksa Akuntan Publik dan Inspektorat (Kota Pematang Siantar). Tapi kesimpulannya juga hampir sama dengan kita, bahwa ada pengeluaran yang kurang diyakini kewajarannya.” jawabnya.

Dalam penyidikan ini, tim terdiri dari Ondo MP Purba SH MH; Samuel Sinaga SH; Siti ME Manullang SH; Firdaus RM Maha SH dan Marhisar Flora Rajagukguk SH.

Dalam langkah selanjutnya, tim penyidik akan menyusun jadwal pelaksanaan penyidikan, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat menetapkan tersangka dalam kasus ini. Tindakan yang diambil, diantaranya penggeledahan, penyitaan, dan pemanggilan kembali saksi-saksi terkait. (AT/ajvg)

Foto:

Kepala Kejaksaan Negeri, M. Masril, SH., MHum., dan Kasipidsus Ondo MP Purba, SH., MH., sesaat setelah jumpa pers sehubungan kasus tipikor di PD PAUS, Ruang Rapat Kejaksaan Negeri Pematang Siantar, Senin 21/12 (bataktoday/ajvg)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”lTkmY0JfVBg”][/youtube]