oleh

Kejari Siantar: Wanita Kawan “Berondok” Pancasila Sibarani, Bisa Dipidana

Pematangsiantar, BatakToday

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar telah melakukan penahanan terhadap Direktur CV Siantar Trans, Pancasila Sibarani, tersangka kasus dugaan korupsi Rp1,1 Miliar dari pungutan retribusi parkir tepi jalan tahun 2015, yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pantauan BatakToday di Kejari Siantar, Rabu (9/7) sekitar pukul 11.00, dengan pengawalan ketat, Pancasila Sibarani digiring ke dalam mobil tahanan menuju Lembaga Permasyarakatan Jalan Asahan Km.7, sebagai tahanan titipan Kejaksaan.

Kepada wartawan, kepala seksi Intel Kejari Siantar, Jefferson Hutagaol menjelaskan, dia bersama tim penyidik dari Seksi Pidana Khusus (Pidsus) yang ditugaskan menjemput Pancasila ke Kejari Jakarta Selatan, tiba di Siantar Rabu (9/7) sekitar pukul 3.00 dini hari.

“Yang menangkap Pancasila Sibarani tim Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Saat diminta menerangkan kronologi penangkapan, dia mengaku tidak tau sama sekali bagaimana kronologi penangkapan Pancasila Sibarani oleh Kejagung. Namun, Jefferson menyebut Pancasila Sibarani ditangkap di kawasan Jakarta Pusat.

Ketika wartawan menyinggung adanya isu Pancasila Sibarani ditangkap saat berduaan di dalam kamar hotel, dengan seorang  wanita yang juga kepala salah satu SKPD di lingkungan Pemko Siantar, Jefferson kembali mengaku tidak mengetahui isu tersebut.

Tetapi Jefferson menegaskan, bila nantinya memang terbukti, wanita pejabat pemko Siantar tersebut bisa diancam dipidana sesuai dengan Undang-Undang yang mengatur, karena diduga kuat menyembunyikan DPO.

“Persoalan isu bahwa saudara Pancasila ditangkap bersama seorang wanita pejabat pemko Siantar berduaan di hotel, tidak ada menyangkut kepada kami. Kedatangan kami ke Kejari Jakarta Selatan hanya sebatas proses serah terima DPO Kejari Siantar,” ungkapnya.

Walau tetap didesak wartawan supaya menceritakan kronologi penangkapan, Jefferson bersikeras tidak mengetahuinya. Jefferson hanya mengutarakan, tugas selanjutnya adalah menyerahkan Pancasila Sibarani kepada penyidik. Dia menyebut, kronologi penangkapan Pancasila Sibarani bisa diketahui setelah memasuki tahapan proses hukum berikutnya.

“Informasi  selanjutnya bagaimana kelanjutan proses hukum Pancasila Sibarani, tanyalah kepada penyidik,” ucapnya.

Kajari Siantar, M. Masril, juga terlihat tidak mau memberi keterangan pasti mengenai adanya isu Pancasila Sibarani ditangkap sedang berduaan dengan seorang wanita pejabat pemko Siantar di sebuah hotel, di Jakarta Pusat.

“Nanti, nantilah kalau masalah itu,” ucapnya menolak memberikan keterangan lebih lanjut, sambil meninggalkan wartawan.

Kabar yang beredar sejak 2 hari yang lalu, wanita yang menjadi kepala di salah satu SKPD kota Siantar berinisial FS, berada di kamar Hotel Aryaduta di bilangan Pasar Senen, Jalan Prapatan, Jakarta Pusat, saat Tim Kejaksaan Agung melakukan penangkapan terhadap Pancasila Sibarani. (EM)

Foto:

Kepala Kejaksaan Negeri Pematangiantar H Masril SH MHum, dan Kasi Intel Jefferson Hutagaol, ketika diwawancarai awak media sehubungan penahanan Pancasila Sibarani, di depan Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Jalan Sutomo, Pematangsiantar, Rabu 7/9/2016 (bataktoday/em)

News Feed