oleh

Ini Kesan Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba dari Ompui Pdt Dr JR Hutauruk

Medan, BatakToday

Ompui Ephorus Emeritus HKBP Pdt Dr J.R Hutauruk genap berusia 80 tahun pada 7 Oktober 2016. Di usia yang senja, pernah menjabat sebagai pimpinan tertinggi gereja terbesar di Asia Tenggara (1998-2004) dan aktif membimbing mahasiswa Program Pascasarjana pada beberapa Sekolah Tinggi Theologia di Indonesia tidak membuat kebersahajaannya berubah. Bahkan, ia tetap rendah hati dan menjalin hubungan baik dengan siapa saja yang ditemuinya.

Bukan penilaian yang dibuat-buat, namun demikianlah digambarkan dalam salah satu dari buku yang ditulis dalam rangka memperingati ulang tahun ke-80 nya, yaitu ‘Esai-Esai untuk Merayakan 80 Tahun Pdt Dr J.R Hutauruk dengan judul “Ujilah Segala Sesuatu”. Peluncuran buku yang sekaligus syukuran usia ke-80 tahunnya itu hanya diadakan sederhana di HKBP Tanjungsari Medan, Senin (24/10/2016).

Kesan itu juga disampaikan Ketua Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pdt Agustinus Purba yang turut hadir pada kesempatan itu.

“Kesan kami terhadap Oppung, dimana di usia yang sudah tidak muda, tetap datang ke pengungsian warga GBKP yang terdampak erupsi gunung Sinabung. Oppung memberikan semangat dan motivasi kepada kami. Kami cukup bangga memiliki sosok Oppung yang pernah memimpin gereja terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.

Pdt Agustinus mengaku sangat terkesan ketika Pdt Dr JR Hutauruk beberapa kali datang ke pengungsian di Tanah Karo dan memberikan wejangan dan sokongan secara iman.

“Kami para pendeta GKBP banyak belajar sama Oppung. Kiranya sehat selalu,” kata Agustinus. Pada kesempatan itu, Pdt Agustinus menyerahkan cinderamata berupa uis Karo kepada Ompui.

moderamen-gbkp

Orang-orang disekitar Ompui, baik di lingkungan pekerjaan, di gereja, bahkan di rumah tangga, pria yang selama 22 tahun mengabdikan dirinya di lembaga pendidikan dimulai dari asisten dosen di Fakultas Theologia Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (1963) senantiasa menjadi panutan.

“Meskipun bapak mertua saya sebagai orang yang berpengaruh di HKBP, saya tidak melihat beliau harus dilayani sebagaimana layaknya sebagian petinggi-petinggi,” kutipan Hardy B Siahaan, menantunya yang tinggal di Norwegia.

Menghargai Dokumen Sejarah Gereja

Berbagai buku yang dibacanya, membuatnya untuk menuliskan buku dengan tema ‘Menghargai Dokumen Sejarah Gereja’. Buku ini merangkum suatu gagasan penting Pdt Dr JR Hutauruk sebagai seorang doktor teologi dalam bidang sejarah gereja yang paling senior di Indonesia.

JR Hutauruk telah menggeluti dan menggemakan tema ini sebagai suatu aspek yang vital dalam kehidupan gereja, sejak tahun 1960-an. Perhatian dan pemikirannya terhadap tema ini sangat diperlengkapi dengan kompetensi akademis dengan berhasil menempuh studi magister theologia (1963-1968) dan program doktoral (1973-1979) di Universitas Hamburg, Jerman, bidang sejarah gereja.

Buku ini diharapkan mampu memandu pembaca untuk menyelami benang merah substansi pesan dalam dokumen-dokumen gereja Batak, khususnya HKBP. Bahkan boleh jadi pula kita akan semakin menyadari betapa menghargai dokumen sejarah gereja merupakan suatu pekerjaan rumah kita yang belum selesai hingga sekarang.

Sebagaimana dijelaskan Ompui Pdt Dr JR Hutauruk, pemberian judul ‘Menghargai Dokumen Sejarah Gereja’ didorong oleh berbagai pertimbangan yaitu, pertama, apabila berbicara tentang dokumen, maka kita menggunakannya pertama sekali pada apa yang kita kenal dengan “Bibel” sebagai padanan kata “Alkitab”. Kedua, ada tiga dokumen gereja Batak (HKBP) yang harus kita pahami dan gunakan dari segi Alkitab/Bibel sebagai sumber kebenaran, ajaran/dogma, dan etika .

“Dan ketiga, sebelum menguraikan dokumen-dokumen pada bagian buku ini, saya terlebih dulu menyajikan dokumen gereja HKBP yang kita kenal dengan nama Agenda HKBP pada bagian satu. Untuk menandakan bahwa setiap orang Kristen sepanjang hidupnya, setiap saat yakin dan percaya selalu berupaya berada di hadapan Tuhan Allah (Coram Deo),” jelasnya.

Sekum PGI Pdt Gomar Gultom MTh mengatakan, bahwa salah satu hambatan kita dalam menggapai kemajuan adalah kemalasan berpikir, atau kalau pun berpikir tetapi tidak merdeka dalam berpikir. Kecenderungan ‘copy paste’, meneruskan tradisi atau mengulang-ulang saja dari apa yang  sudah ada.

“Apa yang sudah ada dan dimiliki sekarang seolah sesuatu yang ‘turun dari langit’, yang harus diaminkan dan tak perlu lagi diutak-atik. Akibatnya, kita akan sulit bergerak maju, karena kita hanya akan berkutat di situ-situ saja atau berputar di tempat,” ujarnya.

Lewat buku yang ditulis Ompui Ephorus Emeritus Pdt Dr JR Hutauruk menurut Gomar akan banyak menolong kita untuk terhindar dari fenomena saat ini.

ultah-ompui

“Dari beberapa tahun berinteraksi dengan Ompui, saya bisa menyimpulkan di balik tulisan-tulisan ini terkandung sebuah ajakan bagi kita untuk membiasakan diri berpikir historis, yang pada gilirannya juga akan mendorong kita untuk bertindak historis,” katanya.

Bahkan Gomar mengutip perkataan Ompui yang kerap disampaikan, “belajarlah dari kehidupan, karena kehidupan itu sendiri adalah buku yang terbuka di hadapanmu!”.

Sejumlah tokoh yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan selamat ulang tahun kepada Ompui, dan senantiasa menyampaikan bahwa Ompui adalah teladan dan guru sepanjang kebersamaan yang terjalin.

Semua tokoh yang mendapat kesempatan memberikan sambutan sepatah dua kata, menyampaikan hal yang sama. Seperti disampaikan perwakilan Parhalado HKBP Tanjungsari, Drs J Sidabutar bahwa Ompui saat menjadi ephorus aktif bahkan sampai di usianya yang saat ini tetap rendah hati, tidak pernah menginginkan yang mewah-mewah.

“Bahkan saat ibadah minggu, ia selalu menunjukkan keteladanan. Bisa duduk di belakang, atau di posisi mana saja,” ujarnya.

Sementara Pdt Robinson Butar-butar berharap, agar para pendeta yang masih muda dan energik saat ini bisa mengikuti jejak Ompui.

“Kami bisa menulis di bidang masing-masing,” harapnya.

Peluncuran buku diawali dengan ibadah singkat, dengan pengkhotbah Pdt Kardi Simanjuntak MMin, dihadiri Ketua Panitia Gandi Tambunan, Sekretaris Pdt Maulinus Siregar STh, turut hadir Lundu Panjaitan, Pdt Robinson Butarbutar, Pdt Andreas Gutono (Percetakan Yasuma), Ketua Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom, Viktor Silaen (Percetakan Lapik), Pdt sahat P Siburian (editor), Pdt Dr Deonald Sinaga dan sejumlah tokoh lainnya.(AFR)

News Feed