oleh

Ketua Adat Huta Tukko Nisolu Dituntut 10 Bulan Penjara

Balige, BatakToday

Dirman Rajagukguk (53), Ketua Adat Huta Tukko Nisolu, Desa Parsoburan Barat, Kecamatan Habinsaran, Toba Samosir, dituntut hukuman pidana penjara selama 10 bulan. Demikian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Friska Sianipar SH dari kejaksaan Negeri Balige, menyampaikan tuntutannya dalam persidangan kasus dugaan Tindak Pidana Kehutanan dan Pencurian di Pengadilan Negeri Balige, Rabu malam (26/04/2017), sekitar pukul 20.00 Wib.

Sebelumnya Dirman Rajagukguk dihadapkan ke pengadilan dengan dakwaan pelanggaran terhadap Pasal 83 ayat (1) huruf a, UU No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H), dan dakwaan kedua pelanggaran terhadap Pasal 362 KUHP yaitu tindak pidana pencurian.

Namun dalam tuntutannya, JPU tidak menyebutkan terbukti melanggar pasal dalam UU tentang P3H, sehingga dituntut berdasarkan Pasal 362 KUHP, yaitu pencurian kayu milik PT.TPL.

Saat Ketua Majelis Hakim, Marsal Tarigan SH,MH menanyakan tentang rencana pembelaan pada sidang yang akan datang, Dirman Rajagukguk menyatakan tidak akan mengajukan pembelaan pribadi, baik lisan maupun tulisan. Dia menyerahkan pembelaan sepenuhnya kepada Penasehat Hukum, Jeffrianto Sihotang SH dari Bakumsu (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara). Sidang untuk menyampaikan pembelaan atau pledoi, akan dilaksanakan Rabu 3 Mei 2017.

Duduknya Dirman Rajagukguk di kursi terdakwa berawal dari pengaduan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) ke Polres Tobasa. Perusahaan itu mengadukan bahwa Ketua Adat Huta Tungko Nisolu ini, melakukan penebangan pohon dan mengambil kayunya, di atas lahan konsesi perusahaan.

Dirman sendiri dalam sidang pemeriksaan terdakwa sebelumnya, menyebutkan kayu yang dibawanya adalah yang ditemukan di dalam jurang di kawasan enclave Tukko Nisolu, bukan di lahan konsesi PT. TPL.

Kayu yang dijadikan barang bukti dalam perkara ini, jenis pinus yang telah diolah jadi papan dan broti. Terdiri dari papan panjang 3 meter sebanyak 43 keping (volume: 0,5160 m3), papan panjang 2 meter sebanyak 9 keping (volume: 0,0720 m3), dan broti panjang 4 meter sebanyak 17 batang (volume: 0,1904 m3). Berdasarkan tuntutan JPU disebutkan kerugian PT. TPL sebesar Rp 4 juta.

Selama menjalani persidangan atas perkara ini, Dirman Rajagukguk selalu hadir di PN Balige dengan didampingi relawan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tano Batak. (ajvg)

News Feed